Jantung Berdebar Bisa Normal atau Berbahaya, Ini Bedanya

Jantung berdebar bisa wajar, tapi bisa juga berbahaya. Ketahui bedanya.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 06 April 2026, 17:00 WIB
Jantung berdebar. Sumber: Freepik

Liputan6.com, Jakarta - Jantung berdebar bisa membuat orang panik. Banyak orang langsung khawatir ada masalah serius pada jantung, padahal kondisi ini tidak selalu berbahaya. Dalam beberapa kasus, debaran jantung justru merupakan respons normal tubuh terhadap aktivitas atau emosi tertentu.

Dokter Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP, (K) CCDS mengungkapkan jika pemicunya masih wajar, biasanya tak perlu dikhawatirkan. Lebih lanjut, Evan mengatakan bahwa jantung berdebar bisa muncul karena faktor fisiologis  atau wajar.

"Kondisi ini muncul setelah mengonsumsi kafein berlebih, berolahraga berat. Atau saat mengalami emosi yang kuat seperti stres, jatuh cinta, takut, atau panik," kata Evan dalam temu media bersama Eka Hospital MT Haryono Jakarta beberapa waktu lalu. 

Biasanya, irama jantung akan kembali normal dengan sendirinya setelah pemicunya hilang.

Ada juga jantung berdebar yang berbahaya yakni patologis. Kondisi ini muncul secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas, bertahan dalam waktu lama, atau disertai dengan gejala fisik lainnya.

"Ini menandakan adanya gangguan pada sirkuit listrik jantung yang memerlukan pemeriksaan medis," kata Evan.

Evan mengatakan untuk segera cari bantuan medis jika jantung berdebar disertai dengan gejala berikut:

● Pingsan atau nyaris pingsan: ini pertanda bahwa aliran darah ke otak sempat terganggu secara mendadak.

● Sesak napas: Terasa seperti sulit menghirup oksigen meski sedang tidak beraktivitas berat.

● Nyeri dada: Sensasi seperti dada diremas atau ditindih beban berat.

● Kelelahan: Rasa lemas yang muncul tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.

 

 

 

Jenis Aritmia

Evan menjelaskan bahwa jantung memiliki sistem kelistrikan dengan jalur-jalur yang rumit agar dapat berfungsi. Tubuh menggunakan sinyal listrik untuk membuat otot jantung berdenyut.

"Dalam kondisi normal sinyal listrik berjalan tanpa hambatan dan membuat irama jantung konsisten. Namun jika ada gangguan atau hambatan pada jalur sinyal listrik jantung maka irama jantung menjadi tidak beraturan," tuturnya. 

Kondisi irama jantung yang tidak beraturan inilah yang disebut sebagai aritmia.

 

Jenis Gangguan Irama Jantung

Gangguan irama jantung tidak selalu sama, tapi secara umum berdasarkan kecepatan denyut jantung dan keteraturan atau tidak, gangguan irama ini terbagi menjadi tiga kategori:

● Takikardia: Kondisi di mana jantung berdetak terlalu cepat (lebih dari 100 kali per menit walau kondisi sedang istirahat).

● Bradikardia: Kondisi di mana jantung berdetak terlalu lambat (kurang dari 60 kali per menit), yang sering kali membuat penderitanya merasa mudah lelah atau pusing.

● Tidak teratur: Atrial Fibrilasi (AF): Ini adalah jenis aritmia yang paling umum tapi cukup serius. Pada kondisi ini detak jantung terasa tidak beraturan. "Jika ditangani, AF dapat memicu penggumpalan darah yang berisiko menyebabkan stroke," katanya.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya