Strategi Cristian Chivu Bawa Inter Milan Libas Roma 5-2 di Giuseppe Meazza

Inter Milan sukses menghancurkan Roma 5-2. Simak rahasia taktik Cristian Chivu, kembalinya Lautaro Martinez, dan perubahan mentalitas Nerazzurri di babak kedua.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 06 April 2026, 12:31 WIB
Cristian Chivu, pelatih kepala Inter Milan, tampak memberi arahan saat pertandingan Serie A kontra AC Milan di Milan, Italia, Senin (24/11/2025) dini hari. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Inter Milan berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 5-2 saat menjamu Roma di Giuseppe Meazza pada Senin (6/4/2026) dini hari WIB. Hasil impresif ini menjadi titik balik penting bagi armada asuhan Cristian Chivu yang sempat kehilangan momentum sebelum jeda internasional.

Sebelum laga ini, performa Nerazzurri sempat menuai sorotan setelah hanya mengoleksi dua poin dari tiga laga terakhir. Namun, kemenangan telak akhir pekan ini membuktikan ketangguhan mentalitas tim tuan rumah dalam menghadapi persaingan ketat.

Lautaro Martinez yang baru saja kembali dari cedera betis berkepanjangan sejak Februari langsung menunjukkan taringnya dengan mengemas dua gol. Kembalinya penyerang asal Argentina tersebut terbukti memberikan pengaruh besar pada daya gedor lini depan Inter.

Pesta gol tuan rumah dilengkapi oleh aksi Hakan Calhanoglu, Marcus Thuram, dan Nicolo Barella. Calhanoglu bahkan mencuri perhatian melalui lesakan gol jarak jauh yang spektakuler, membuat publik Giuseppe Meazza bergemuruh merayakan dominasi mereka.


Perubahan Mentalitas di Babak Kedua

Inter berhasil memetik kemenangan dengan skor 5-2 dalam pertandingan tersebut. (AFP/Stefano Rellandini)

Meski menang besar, Inter sebenarnya sempat menghadapi perlawanan ketat dari tim tamu. Pelatih tim lawan, Gian Piero Gasperini, sempat membuat Roma tampil solid dan memberikan tekanan konstan sepanjang paruh pertama pertandingan.

Titik balik laga terjadi tepat saat babak kedua dimulai. Keberhasilan mencetak gol ketiga memicu atmosfer luar biasa di bangku cadangan dan membakar semangat juang para pemain Inter untuk mendominasi total jalannya laga.

"Itu adalah apa yang kami minta saat turun minum, untuk memiliki pendekatan yang tepat langsung setelah jeda, guna menyelesaikan pertandingan dan mencetak lebih banyak gol," ujar Cristian Chivu kepada DAZN Italia.

"Malam ini, kami keluar untuk babk kedua dengan semangat yang tepat, mencoba mendominasi dan mematikan jalannya pertandingan," tambah Chivu.


Taktik Meredam Roma

Duel pemain Inter Milan Lautaro Martinez dengan pemain AS Roma Gianluca Mancini di ajang Liga Italia 2025/2026. (Stefano RELLANDINI / AFP)

Menekan Roma bukanlah perkara mudah mengingat tim tamu memiliki mobilitas tinggi, terutama melalui serangan balik cepat dari sektor sayap. Menyadari ancaman tersebut, Chivu menerapkan penyesuaian taktik yang disiplin.

Hakan Calhanoglu diinstruksikan untuk bermain lebih ke dalam guna mematikan kreativitas Pisilli yang sebelumnya leluasa mengatur ritme di lini tengah. Selain itu, barisan pertahanan Inter juga sangat waspada dalam memotong aliran bola yang ditujukan kepada Malen.

"Kami menunjukkan lebih banyak keberanian di babak kedua dan menembus garis pertahanan mereka, menggerakkan bola lebih cepat, dan mendorong playmaker kami ke peran yang lebih maju," ungkap Cristian Chivu.

"Ketika Anda memberi pemain Roma waktu dan ruang, mereka sangat pintar mencari celah dan melayani striker mereka. Kami menaikkan tempo, melakukan lebih banyak sprint untuk berebut bola, dan ini menjadi babak kedua yang sangat bagus," puji mantan bek tangguh tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya