Arsenal Tersingkir dari Piala FA, Arteta Minta Timnya Segera Beradaptasi di Tengah Krisis

Mikel Arteta mendesak para pemain Arsenal untuk segera beradaptasi dengan situasi sulit usai kekalahan mengejutkan 1-2 dari Southampton.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 05 April 2026, 06:30 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, berdiri di tepi lapangan saat pertandingan Liga Inggris melawan Manchester United di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Liputan6.com, Jakarta - Mikel Arteta mendesak para pemain Arsenal untuk segera beradaptasi dengan situasi sulit jika tidak ingin mengakhiri musim tanpa gelar. Pernyataan itu muncul setelah kekalahan mengejutkan 1-2 dari Southampton pada babak perempat final Piala FA, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB.

Bermain di St Mary's Stadium, Arsenal sebenarnya sempat bangkit setelah tertinggal lebih dulu. Gol pembuka Southampton dicetak oleh Ross Stewart, sebelum Viktor Gyokeres yang masuk sebagai pemain pengganti menyamakan kedudukan.

Namun, ketidakmampuan Arsenal mempertahankan momentum membuat mereka kembali kebobolan di menit ke-85. Kali ini, Shea Charles menjadi penentu kemenangan Southampton sekaligus memastikan langkah timnya ke Wembley.


Krisis Cedera Jadi Tantangan

Ekspresi skuad Arsenal termasuk Kepa Arrizabalaga dalam laga versus Southampton di FA Cup 2025/2026, Minggu (5/4/2026). (AP Photo/Dave Shopland)

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Arsenal setelah sebelumnya juga tumbang dari Manchester City di final Carabao Cup. Arteta pun harus memutar otak dengan menurunkan susunan pemain yang banyak mengalami perubahan akibat badai cedera.

Situasi semakin memburuk setelah bek andalan Gabriel Magalhaes mengalami cedera dan terpaksa ditarik keluar pada babak kedua. Meski demikian, Arteta enggan menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan utama kekalahan timnya.

“Tim harus bisa beradaptasi dengan segala situasi—baik itu angin, cedera, maupun kondisi sulit lainnya sepanjang musim. Sekarang saatnya kami menunjukkan karakter tim ini,” ujar Arteta.


Dominasi Tanpa Hasil

Aksi Martin Odegaard dalam laga Southampton vs Arsenal di FA Cup 2025/2026, Minggu (5/4/2026). (AP Photo/Dave Shopland)

Secara permainan, Arsenal sebenarnya tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya di area kotak penalti lawan. Namun, kegagalan memaksimalkan peluang menjadi masalah utama.

Arteta menyoroti dua peluang emas yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan. Selain itu, kesalahan dalam bertahan juga menjadi faktor krusial yang membuat timnya gagal melangkah ke semifinal.

“Kami punya banyak penguasaan bola dan peluang di sekitar kotak penalti. Tapi kami kebobolan dengan cara yang tidak biasa, dan itu membuat situasi semakin sulit,” tambahnya.


Fokus Bangkit di Liga Champions

Viktor Gyokeres (kiri) dan Ricardo Calafiori (kanan) merayakan gol ke gawang Southampton pada perempat final Piala FA di St. Mary's Stadium, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. (Glyn KIRK / AFP)

Di sisi lain, Arteta tetap memberikan kredit kepada Southampton yang dinilainya tampil solid dan layak meraih kemenangan.

Arsenal kini harus segera bangkit karena jadwal padat sudah menanti. Mereka akan menghadapi Sporting Lisbon pada leg berikutnya di perempat final Liga Champions.

Menariknya, Arsenal belum terkalahkan di kompetisi Eropa musim ini. Laga di Portugal akan menjadi ujian penting bagi Arteta dan anak asuhnya untuk mengembalikan kepercayaan diri sekaligus menjaga asa meraih trofi musim ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya