Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur (Jaktim) harus mendapatkan perawatan akibat diduga keracunan makanan dari Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG di Pondok Kepala 2 pada Kamis 2 April 2026.
Para siswa tersebut berasal dari empat sekolah, yaitu SMA 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07.
Advertisement
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, saat ini para siswa masih mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit berbeda yaitu Rumah Sakit Khusus Duren Sawit, Rumah Sakit Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum.
"Sampai dengan sekarang ini, korban yang dirawat di tiga rumah sakit mengalami perubahan, yaitu: Duren Sawit, Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum, totalnya 72 orang," ujar Pramono kepada wartawan di Rumah Sakit Khusus Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026).
Pramono menambahkan, biaya siswa terdampak akan di-cover oleh BPJS Kesehatan apabila yang terdaftar. Sementara itu, bagi siswa yang belum terdaftar akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
"Jadi penanganan koordinasi yang cepat antara BGN dengan Pemerintah DKI Jakarta, dan juga dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan tentunya beberapa rumah sakit yang tadi saya sebutkan Alhamdulillah berjalan dengan baik," ucap dia.
Gejala yang Dialami
Lebih lanjut, Pramono menduga para siswa keracunan akibat menu spagetti. Ia menjelaskan, beberapa gejala yang terjadi kepada para siswa seperti demam, panas, mual, muntah, hingga diare.
"Gejalanya rata-rata demam, panas, mual, muntah, diare. Itu ya gejalanya," kata Pramono.
Meski begitu, ia menegaskan untuk tetap menunggu hasil laboratorium dan pihak berwenang akan menyampaikannya secara terbuka. Saat ini, kata Pramono, kondisi para korban sudah berangsur pulih. Pramono berharap 1 hingga 2 hari semua persoalan keracunan sudah dapat diatasi sepenuhnya.
"Dan Alhamdulillah kondisinya sekarang semuanya stabil, recovery, mudah-mudahan 1-2 hari sudah selesai semua," tutup Pramono.