Minum Obat Anti Nyeri Usai Operasi Penggantian Sendi Lutut, Dokter: Enggak Boleh Ya

Pasien yang sudah operasi penggantian sendi lutut tak direkomendasikan konsumsi obat anti nyeri.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 04 April 2026, 16:00 WIB
Minum Obat Anti Nyeri Usai Operasi Penggantian Sendi Lutut, Dokter: Enggak Boleh Ya. Foto Ilustrasi: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Konsumsi obat anti nyeri tidak dianjurkan bagi pasien pengapuran sendi lutut yang baru saja menjalankan operasi penggantian sendi lutut (total knee replacement).

“Selama pemulihan (pasca operasi) obat anti sakit itu enggak boleh ya, karena kan tujuan operasi itu justru supaya pasien tidak mengonsumsi obat anti sakit. Karena, efek samping dari konsumsi obat anti sakit jangka lama dapat merusak ginjal,” ujar dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan panggul dan lutut, Satria Prawira Putra kepada Health Liputan6.com saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Alih-alih mengonsumsi obat anti nyeri, Satria lebih merekomendasikan fisioterapi untuk melatih otot.

“Oleh karena itu lakukan fisioterapi, dilatih, semakin bergerak ototnya maka sakitnya akan semakin berkurang,” tambah dokter yang bertugas di Primaya Hospital Bekasi Timur.

Selain fisioterapi dan latihan otot, penyembuhan luka bekas operasi juga bisa dibantu dengan asupan gizi protein tinggi.

“Untuk penyembuhan luka dibutuhkan yang protein tinggi ya, telur dan yang lain supaya penyembuhan lukanya cepat kering, tapi apapun itu yang paling penting adalah bergerak, exercise,” ujarnya.

Sebelumnya, ia menjelaskan, operasi ganti sendi lutut atau total knee replacement menjadi salah satu cara ampuh mengatasi masalah pengapuran sendi lutut. Dengan operasi ini, pasien dapat kembali beraktivitas dan menjaga kebugaran.

“Operasi ganti sendi lutut itu sudah sering dilakukan operasi ini sebenarnya di Amerika itu sudah dilakukan sejak tahun 1928. Di tahun 2026 ini tingkat keberhasilannya 95 persen ke atas, tapi tetap sebagai dokter kita harus kasih tahu risikonya apa,” papar Satria.

Menurutnya, tingkat risiko operasi ganti sendi lutut adalah 0,1 persen. Risikonya sendiri berupa infeksi. Ada pula risiko emboli, yakni masuknya bekuan darah ke paru hingga memicu sesak. Namun, risiko ini pun cukup rendah di bawah angka 1 persen.

“Risiko-risiko ini wajib diterangkan ke pasien, tapi angka risiko ini kecil,” ujarnya.

Latihan Gerak 3 Jam Setelah Operasi

Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan panggul dan lutut, Satria Prawira Putra soal obat anti nyeri dalam temu media bersama Primaya Hospital Bekasi Timur di Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Dalam kurun waktu tiga jam setelah operasi ganti sendi lutut, pasien perlu melakukan latihan menggerakan kaki.

“Akan dilatih oleh fisioterapis, besoknya dokter yang mengoperasi akan melatih pasien dengan sendirinya.”

Pasien umumnya dapat kembali ke rumah dua hari setelah tindakan operasi. Jika dokter telah memastikan bahwa pasien mampu berjalan menggunakan tongkat, maka keesokan harinya dokter akan mengizinkan pasien untuk pulang.

Setelah luka benar-benar kering, pasien sudah dapat melakukan latihan fisik. Aktivitas yang direkomendasikan bagi pasien operasi penggantian sendi lutut adalah bersepeda.

“Biasanya bersepeda bisa dilakukan setelah satu bulan, tapi untuk pasien benar-benar merasa tidak nyeri di lututnya sama sekali, benar-benar seperti normal itu biasanya tiga sampai enam bulan,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya