Liputan6.com, Jakarta - General Motors (GM) terus mendapatkan tekanan dalam bisnis kendaraan listrik. Pabrikan asal Amerika Serikat ini, memutuskan menghentikan sementara proses produksi di pabrik Factory Xero, di Detroit akibat lemahnya permintaan pasar.
Mengutip laporan Carscoops, fasilitas yang menjadi pusat produksi mobil listrik tersebut akan berhenti beroperasi mulai 16 Maret hingga 13 April 2026.
Advertisement
Dengan demikian, aktivitas produksi di pabrik ini terhenti hampir selama satu bulan penuh.
Dampaknya, sekitar 1.300 pekerja harus menjalani pemutusan hubungan kerja (PHK) sementara.
Hal ini bukan pertama kalinya GM melakukan penyesuaian di pabrik tersebut, setelah sebelumnya produksi juga telah dipangkas hingga hampir 50 persen pada Januari 2026 dan beralih ke sistem satu shift kerja.
Factory Zero sendiri memproduksi sejumlah model listrik andalan, seperti Chevrolet Silverado EV dan GMC Hummer EV.
Namun, performa penjualan keduanya menunjukkan tren melemah. Penjualan Hummer EV, misalnya, turun hampir 50 persen pada kuartal keempat 2025 dan terus merosot hingga awal 2026.
Penjualan GM
Sementara itu, penjualan Silverado EV juga mengalami penurunan secara tahunan di periode kuartal terakhir 2025, meski secara total penjualan sepanjang tahun masih mencatat pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, GMC Sierra EV menjadi salah satu model yang masih mencatatkan sedikit peningkatan distribusi pada awal 2026.