SpaceX Milik Miliarder Elon Musk Ajukan Rencana IPO

SpaceX perusahaan roket milik Elon Musk yang awal tahun ini bergabung dengan perusahaan kecerdasan buatannya, xAI.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 02 April 2026, 21:00 WIB
Elon Musk terlihat dalam konferensi pers bersama Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC, pada 30 Mei 2025. Miliarder Elon Musk, orang terkaya di dunia, hampir setengah jalan untuk menjadi triliuner pertama di dunia, menurut laporan majalah Forbes pada 1 Oktober 2025. (Allison ROBBERT/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - SpaceX perusahaan roket milik Elon Musk yang awal tahun ini bergabung dengan perusahaan kecerdasan buatannya, xAI, secara rahasia telah mengajukan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) pada Rabu, yang berpotensi menjadi salah satu yang terbesar sepanjang masa, menurut berbagai laporan.

Mengutip laman CNN Business, Kamis (2/4/2026) pengajuan tersebut dilaporkan oleh Bloomberg, The Wall Street Journal, dan Reuters dengan mengutip sumber anonim yang mengetahui hal tersebut. SpaceX belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Sementara itu, Securities and Exchange Commission (SEC) juga menyatakan tidak berkomentar.

Pengajuan ini diperkirakan akan mengarah pada penjualan saham pada Juni atau Juli, menurut laporan yang dipublikasikan. Pengajuan secara rahasia biasanya digunakan perusahaan untuk berbagi informasi dengan SEC dan investor sebelum diwajibkan mengungkapkannya ke publik luas.

Besaran dana yang ingin dihimpun SpaceX melalui penjualan sebagian sahamnya belum diketahui karena sifatnya yang masih rahasia.

Namun, CEO sekaligus pemegang saham utama Elon Musk diperkirakan tetap akan mengendalikan mayoritas hak suara setelah detailnya diumumkan. Hal ini berpotensi semakin menambah kekayaan Musk, yang saat ini sudah menjadi orang terkaya di dunia.

SpaceX memiliki valuasi sekitar USD 800 miliar dolar, sementara xAI sebesar USD 230 miliar pada putaran pendanaan terakhir Januari lalu menurut PitchBook, perusahaan riset yang melacak valuasi perusahaan swasta. Dengan demikian, nilai gabungan keduanya melampaui USD 1 triliun.

Penjualan saham perdana ini dapat mendorong valuasi perusahaan semakin tinggi, seiring minat investor untuk meraih keuntungan dari dominasi SpaceX di bisnis perjalanan luar angkasa serta peran besarnya dalam industri kecerdasan buatan yang berkembang pesat.

Pengajuan ini juga dilakukan pada hari yang sama ketika NASA dijadwalkan meluncurkan misi berawak ke Bulan untuk pertama kalinya sejak program Program Apollo.

 

 

Latar Belakang IPO SpaceX

Elon Musk. (AP Photo/Susan Walsh, File)

SpaceX didirikan pada 2002 oleh Elon Musk. Perusahaan ini kini menjadi pemain dominan dalam peluncuran satelit dan saat ini menjadi satu-satunya sarana bagi astronaut Amerika untuk bepergian ke dan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional. SpaceX juga telah berkembang menjadi penyedia utama layanan internet satelit.

Musk telah mengonfirmasi rencana debut SpaceX di Wall Street sejak akhir tahun lalu. SpaceX juga mengakuisisi xAI, perusahaan lain milik Musk yang merupakan induk dari platform media sosial X, pada Februari lalu dengan nilai yang tidak diungkapkan. 

Saat penggabungan, Musk mengumumkan rencana meluncurkan jaringan satu juta satelit yang akan berfungsi sebagai pusat data AI. Langkah ini berpotensi mengatasi kebutuhan listrik dan pendinginan yang sangat besar pada pusat data berbasis darat.

Penjualan saham ini tidak hanya akan mengumpulkan dana bagi dua bisnis yang membutuhkan modal besar, SpaceX dan xAI, tetapi juga berpotensi menciptakan salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.

 

Demam Investasi AI di Wall Street

Pedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York, 10 Agustus 2022. (AP Photo/Seth Wenig, file)

Wall Street saat ini tengah gencar membeli saham-saham terkait AI. Perusahaan paling bernilai di dunia saat ini adalah Nvidia, dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 4,2 triliun diikuti perusahaan lain yang memiliki bisnis AI seperti Apple, Alphabet, Microsoft, Amazon, serta Meta Platforms, yang masing-masing bernilai setidaknya USD 1,4 triliun.

AI memberikan peluang bagi investor untuk meraih keuntungan melalui peningkatan produktivitas, meskipun dalam beberapa kasus dapat mengurangi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan.

SpaceX saat ini berada di titik krusial. Roket generasi berikutnya, “Starship”, masih dalam tahap pengembangan dan telah mengalami beberapa kendala serta ledakan dalam uji coba yang menimbulkan keraguan terhadap target ambisius Musk.

Tambahan modal dari IPO dapat membantu perusahaan mencapai tujuan besar, seperti membangun koloni di Bulan hingga akhirnya ke Mars.

Sementara itu, bisnis xAI juga membutuhkan dana besar. Meski AI memiliki potensi keuntungan tinggi, industri ini memerlukan investasi besar dalam jangka pendek untuk membangun dan mengoperasikan pusat data yang mahal. Dua perusahaan AI besar lainnya, OpenAI dan Anthropic, juga dilaporkan tengah menyiapkan rencana IPO pada tahun ini. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya