Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manado mengakhiri peringatan dini tsunami akibat dampak gempa Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Bitung dan Maluku Utara.
"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Magnitudo 7,6, 0 pada 2 April 2026 05:48:16 WIB, dinyatakan: BERAKHIR," tulis BMKG Manado.
Advertisement
Toni Agus Kepala BMKG Manado mengatakan, meski berpotensi tsunami namun berdasarkan pantauan di lapangan, tidak ada pantulan dan resonansi.
"Gelombang (tsunami) relatif kecil, kurang dari 75 cm," sebutnya.
Dari sejumlah alat pemantau tsunami yang dimiliki BMKG di perairan Maluku Utara tercatat, gelombang tsunami di sisi selatan Minahasa ketinggiannya kurang dari 75 cm, di Bitung hanya 20 cm, dan Halmahera Barat 30 cm, kemudian di Minahasa Utara juga hanya 30 cm.
Sebelumnhya, gempa Magnitudo 7,6 dengan pemutakhiran M7,3 mengguncang wilayah perairan Bitung, Sulut, dan Maluku Utara, Kamis pagi (2/4/2026). Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyebut, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,27 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer.
1 Orang Meninggal Dunia
Juru Bicara Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng menyebut, gempa menyebabkan dua orang menjadi korban di Manado, satu orang dilaporkan meninggal dunia tertimpa reruntuhan, dan satu lainnya terluka.
"Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit, yang satunya patah kaki karena loncat dari toko," katanya di Manado.
Pihaknya hingga saat ini masih terus mencari informasi terkait dengan kemungkinan masih ada warga yang menjadi korban dalam gempa tersebut.
Gempa bumi magnitudo 7,6 yang terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis, pukul 06.48 Wita, sangat terasa di Kota Manado.
BMKG telah melakukan pemutakhiran data dengan adanya peringatan dini tsunami di perairan Sulut dan Maluku Utara.
Gempa bumi itu berlokasi di 1,25 lintang utara, 126,27 bujur timur serta di kedalaman laut 62 km.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Muhammad Zulkifli mengatakan tujuh daerah di Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara berpotensi siaga tsunami. Warga PanikMenurut pantauan Liputan6.com, gempa terasa kencang di wilayah Manado. Kendaraan-kendaraan berhenti semua di jalan, dan gempa terasa sekitar 2 menit.
Motor-motor juga terguncang, bahkan hampir jatuh ke jalan.
Sementara itu, anak-anak di depan lapangan SDN 02 Manado berhamburan. Guru-guru langsung sigap membantu evakuasi anak-anak.
Di pinggir pantai, warga juga bergerak lari darat.
Antisipasi Gempa Bumi
Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.
Sebelum:
- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.
- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.
- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.
- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.
- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.
- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi
- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.
- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.
- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.
Saat Terjadi Gempa Bumi:
- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.
- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.
- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.
- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.
Setelah Terjadi Gempa Bumi:
- Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.
- Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.
- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.
- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.
- Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.
- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.