IHSG Hari Ini 2 April 2026 Anjlok 1%, Mayoritas Sektor Saham Melemah

Mengikuti bursa saham Asia Pasifik, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1% pada perdagangan saham Kamis, (2/4/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 02 April 2026, 09:53 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Kamis, (2/4/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Kamis, (2/4/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah bursa saham Asia yang tertekan dan mayoritas sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun 31,32 poin ke posisi 7.153,11. Pada pukul 09.31 WIB, IHSG terpangkas 1,11% ke posisi 7.105,19. Indeks saham LQ45 merosot 0,87% ke posisi 720,77. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.161,79 dan terendah 7.099,57. Sebanyak 352 saham memerah sehingga menekan IHSG. 199 saham menguat dan 172 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 428.331 kali dengan volume perdagangan saham 6,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.959.

Sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham consumer siklikal naik 1,06%.  Sementara itu, sektor saham energi susut 0,91%, sektor saham basic merosot 2,07%, sektor saham industri terpangkas 2,5%. Kemudian sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,31%, sektor saham kesehatan tergelincir 0,56%, sektor saham keuangan merosot 0,26%. Lalu sektor saham properti susut 0,44%, sektor saham teknologi terperosok 1,5%, sektor saham infrastruktur turun 2,28% dan sektor saham transportasi melemah 0,10%.

Mengawali sesi perdagangan, saham CDIA melemah 2,92% ke posisi Rp 830 per saham. Harga saham CDIA dibuka turun lima poin ke posisi Rp 850 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 855. Saham CDIA berada di level tertinggi Rp 850 dan level terendah Rp 825 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.570 kali dengan volume perdagangan saham 60.770 saham. Nilai transaksi harian Rp 5,1 miliar.

 

Gerak Saham

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga saham BRMS susut 2,56% ke posisi Rp 760 per saham. Saham BRMS dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 770 per saham. Harga saham BRMS berada di level tertinggi Rp 775 dan level terendah Rp 760 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.854 kali dengan volume perdagangan saham 460.545 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 35,3 miliar.

Harga saham TINS terperosok 5,82% ke posisi Rp 3.400 per saham. Harga saham TINS dibuka turun ke posisi Rp 3.450 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.610 per saham. Saham TINS berada di level tertinggi Rp 3.490 dan level terendah Rp 3.390 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.068 kali dengan volume perdagangan saham 87.926 saham. Nilai transaksi Rp 30,2 miliar.

Harga saham WIFI terperosok 3,1% ke posisi Rp 2.190 per saham. Saham WIFI dibuka melemah 50 poin ke posisi Rp 2.210 per saham. Harga saham WIFI berada di level tertinggi Rp 2.230 dan level terendah Rp 2.180 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 860 kali dengan volume perdagangan saham 40.410 saham. Nilai transaksi Rp 8,9 miliar.

Top Gainers-Losers

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan, Rabu 10 September 2025, ditutup menguat 70,402 poin atau naik 0,92% ke level 7.699,007, dari penutupan Selasa (9/9/2025) di 7.626,605. (BAY ISMOYO/AFP)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham ALKA naik 22,07%
  • Saham BATR naik 20,93%
  • Saham MSIN naik 20,90%
  • Saham MSKY naik 18,67%
  • Saham YPAS naik 14,72%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham DATA merosot 14,84%
  • Saham ATAP merosot 14,77%
  • Saham FWCT merosot 12,96%
  • Saham TALF merosot 11,39%
  • Saham BMSR merosot 9,2%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 284,2 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 243,1 miliar
  • Saham DEWA senilai Rp 220,8 miliar
  • Saham ENRG senilai Rp 207,6 miliar
  • Saham AADI senilai Rp 141,3 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham CHEN tercatat 28.615 kali
  • Saham ENRG tercatat 20.809 kali
  • Saham DEWA tercatat 20.154 kali
  • Saham BUMI tercatat 18.532 kali
  • Saham OILS tercatat 16.113 kali

 

Prediksi IHSG dan Saham Pilihan

Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Kamis, (2/4/2026). Lalu bagaimana rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 1,93%, tetapi masih disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 163 miliar. Saham-saham yang paling dijual asing antara lain saham BMRI, BBRI, BBNI, ANTM dan ITMG.

“IHSG berpotensi melanjutkan penguatan hari ini,” ujar Head of Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.025-7.130 dan level resistance 7.200-7.300 pada perdagangan Kamis pekan ini.

Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, IHSG kembali bertengger di atas moving average (MA) 10 harian setelah menyelam di bawah-nya sejak 26 Februari 2026. “Ini bisa jadi tanda recovery yang masih sangat awal, menjanjiakn untuk menggantikan fase bottoming ini jadi pola bullish reversal double bottom dengan resistance target di 7.325,” demikian seperti dikutip.

Jika target itu ditembus akan buka ke arah 7.450, 7.670-7.740. “Sarankan akumulasi, average up bertahap di pekan pendek,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Essa Industries Tbk (ESSA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya