Liputan6.com, Jakarta - Wisatawan Indonesia masuk dalam daftar Top 10 foodies di Asia, menurut data terbaru dari platform perjalanan Agoda. Dari survei yang melibatkan 3.353 responden di sembilan pasar Asia, sekitar 31 persen pelancong Indonesia mengutamakan kuliner saat merencanakan perjalanan mereka.
Peringkat ini menempatkan Indonesia di posisi ke-7. Melansir The Korea Herald, Rabu, 1 April 2026, analisis pencarian akomodasi menunjukkan bahwa wisatawan Taiwan memimpin dengan 14 persen pencarian akomodasi menggunakan filter dapur.
Advertisement
Posisi kedua dan ketiga ditempati wisatawan Vietnam dan Korea Selatan, masing-masing dengan 13 persen dan 12 persen pencarian. Wisatawan dari Malaysia, Jepang, Indonesia, India, dan Thailand juga menunjukkan minat tinggi terhadap akomodasi berfasilitas dapur.
Pilihan akomodasi dengan dapur mencerminkan tren lebih luas: wisatawan Asia mengutamakan fleksibilitas dan kenyamanan menyiapkan makanan sendiri selama perjalanan. Fasilitas ini membantu memenuhi kebutuhan diet yang beragam, sekaligus menjadi solusi hemat biaya untuk keluarga atau kelompok.
Lebih dari sekadar kenyamanan, dapur dalam akomodasi kini menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang lebih personal, menggabungkan kepraktisan rumah dengan keseruan liburan. Temuan ini sejalan dengan Agoda Travel Outlook Report 2026.
Laporan tersebut menempatkan wisatawan Taiwan, Vietnam, dan Korea Selatan sebagai foodies garis keras di Asia. Di negara-negara tersebut, 47 persen, 35 persen, dan 34 persen pelancong menyatakan kuliner merupakan motivasi utama perjalanan mereka.
Bagi mereka, makanan bukan sekadar pengalaman, tapi inti dari perencanaan perjalanan. Ini bisa dalam agenda menjelajahi hidangan lokal maupun memasak sendiri di akomodasi.
Jantung Perjalanan
Jun Dong, Wakil Presiden Agoda, mengatakan, "Wisatawan Asia benar-benar memimpin dengan lidah mereka. Dapur kini menjadi jantung perjalanan, terutama bagi wisatawan Taiwan yang fokus pada rasa. Filter pencarian Agoda memudahkan mereka menemukan akomodasi yang tepat untuk mengeksplorasi pengalaman kuliner."
Sebelumnya, Agoda merilis daftar destinasi wisata dengan pertumbuhan tercepat di Asia pada 2025. Total, ada lima tujuan perjalanan yang masuk dalam daftar tersebut.
Bertengger di peringkat pertama adalah Sapa, Vietnam, melansir VN Express, 8 Januari 2026. Dikenal karena pemandangan yang menakjubkan, kekayaan budaya etnis, dan pasar dataran tinggi yang ramai, kota pegunungan di utara negara itu menarik wisatawan yang mencari pengalaman autentik dan mendalam di luar kota-kota besar.
Okayama sampai Bandung
Menyusul Sapa, Okayama di Jepang berada di peringkat kedua, diikuti Bandung, Indonesia; Matsuyama, Jepang; dan Takamatsu, Jepang. "Kelima destinasi ini menonjol sebagai pemimpin dalam hal pertumbuhan minat dari wisatawan internasional," kata Agoda.
Untuk menyusun daftar tersebut, mereka membandingkan data pemesanan akomodasi antara Januari hingga November 2025 dengan periode yang sama pada 2024. Bandung juga dinobatkan jadi salah satu destinasi wisata dengan pertumbuhan tercepat di Asia pada 2025
Kota ini, yang semakin mudah dijangkau dari tujuan penerbangan internasional seperti Jakarta, menawarkan banyak pesona. Bandung sudah lama termahsyur sebagai destinasi wisata kuliner, dengan perpaduan opsi makanan tradisional dan modern.
Eksistensi jenama-jenama lokal pun membuat Bandung jadi tujuan belanja yang menarik, tidak hanya untuk lokal, namun juga pelancong asing. Pesona alamnya juga tidak kalah memukau, dengan sejumlah bukit yang menawarkan pemandangan memesona.
Destinasi Paling Terjangkau di Asia
Agoda juga sempat merilis daftar destinasi Asia yang paling terjangkau dan penuh budaya pada 2025. Salah satu destinasi kota populer di Indonesia, Surabaya, ada di daftar tersebut.
Melansir Travel and Tour World, 8 Juli 2025, berdasarkan tarif hotel rata-rata per malam antara Juni dan Agustus 2025, peringkat Agoda membuktikan bahwa perjalanan yang bermakna dan berkesan di seluruh Asia dapat dilakukan bahkan dengan anggaran yang terbatas. Di garis depan peringkat tersebut adalah Surabaya, Indonesia, dengan tarif hotel rata-rata hanya sekitar Rp500 ribuan.
"Terkenal karena akar sejarahnya yang dalam dan budaya urban yang dinamis, Surabaya memungkinkan pengunjung menikmati arsitektur berusia berabad-abad, pasar yang ramai, dan kuliner kaki lima yang lezat. Kota ini juga jadi titik awal untuk perjalanan ke Gunung Bromo dan Pulau Madura," tulis platform perjalanan itu.