Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Buffon dan Gattuso Bertahan Hingga Juni

Gianluigi Buffon dan Gennaro Gattuso dipastikan tetap mengawal Timnas Italia hingga Juni 2026 usai kegagalan tragis lolos ke Piala Dunia dalam drama adu penalti

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 01 April 2026, 14:45 WIB
Italia sempat unggul lebih dulu melalui gol Moise Kean pada menit ke-15. Namun, pada menit ke-79, Bosnia dan Herzegovina berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Haris Tabakovic. Tampak dalam foto, pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, berjalan keluar lapangan usai pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Gianluigi Buffon memberikan kepastian bahwa dirinya bersama Gennaro Gattuso akan terus mendampingi skuad tim nasional Italia setidaknya hingga bulan Juni mendatang. Komitmen ini disampaikan menyusul kegagalan pahit Gli Azzurri untuk melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026.

Langkah Italia sebenarnya sempat berada di atas angin pada laga final play-off kontra Bosnia dan Herzegovina. Melalui gol yang dicetak Moise Kean pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB, Italia memimpin lebih dulu. Namun, situasi berubah drastis setelah Alessandro Bastoni diganjar kartu merah oleh wasit.

Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Bosnia berhasil menyamakan skor melalui Haris Tabakovic. Laga akhirnya harus ditentukan lewat drama adu penalti yang berujung kemenangan bagi Bosnia. Hasil ini memastikan Italia absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut.

Kekalahan memilukan ini sempat menimbulkan spekulasi mengenai masa depan jajaran kepelatihan timnas. Di tengah situasi tersebut, Presiden FIGC Gabriele Gravina dilaporkan telah meminta Buffon dan Gattuso untuk tidak beranjak dan tetap menjalankan tugas mereka untuk sementara waktu.


Situasi Sulit di Timnas Italia

Pemain Timnas Italia tertunduk lesu setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina lewat drama adu penalti pada laga final playoff Piala Dunia 2026 di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Italia kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia karena kekalahan ini. (AP Photo/Armin Durgut)

Buffon tidak menampik bahwa saat ini timnas Italia sedang berada di titik terendah. Ia menekankan pentingnya bagi semua pihak untuk tetap tenang sebelum mengambil keputusan strategis di masa depan.

Baginya, proses evaluasi yang mendalam dan menyeluruh jauh lebih krusial dibandingkan pengambilan keputusan yang terburu-buru. Diperlukan ketelitian dalam menentukan arah baru bagi Gli Azzurri.

"Ini adalah momen yang sensitif, dan kami perlu mengambil waktu yang diperlukan untuk membuat evaluasi yang tepat," ujar Buffon.

"Jelas bahwa musim olahraga berakhir pada bulan Juni, jadi hingga saat itu adalah hal yang benar dan adil bagi kami untuk tetap tersedia bagi Federasi, Presiden, dan semua pihak yang telah menaruh kepercayaan kepada saya," lanjutnya.


Target Utama yang Gagal Dicapai

Bosnia dan Herzegovina menyingkirkan Italia setelah menang adu penalti 4-1 dalam final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. (AP Photo/Armin Durgut)

Buffon menggarisbawahi bahwa target mutlak dari periode ini adalah mengamankan tiket ke Piala Dunia. Kegagalan tersebut diakui sebagai kekecewaan besar bagi seluruh komponen di dalam tim.

Meski demikian, eks kiper legendaris ini tetap mencoba melihat sisi terang dari performa para pemain di lapangan. Ia menilai ada aspek permainan yang mengalami peningkatan meskipun hasil akhirnya tidak sesuai harapan.

"Jika Anda melihat ada sesuatu yang berubah dan membaik, maka saya sangat senang, karena itu adalah salah satu tujuan yang kami tetapkan," kata Buffon.

"Namun jelas tujuan paling penting adalah lolos ke Piala Dunia," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya