Kiper Manchester United Tantang Senne Lammens, Tak Mau Jadi Cadangan: Saya Ingin Bermain

Kiper Manchester United telah memperpanjang kontraknya hingga 2028, tetapi ia tidak berniat hanya menjadi pelengkap di belakang Lammens.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 01 April 2026, 13:30 WIB
Bek Manchester United asal Maroko Noussair Mazraoui (tengah) dan gelandang Manchester United asal Uruguay Manuel Ugarte (kanan) berebut bola di udara dengan bek Athletic Bilbao asal Spanyol Yerai Alvarez selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Europa UEFA antara Manchester United dan Athletic Club Bilbao di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada 8 Mei 2025.Oli SCARFF / AFP

Liputan6.com, Jakarta - Kiper Radek Vitek bertekad untuk kembali ke Manchester United dan bersaing dengan Senne Lammens untuk posisi starter. Penjaga gawang jangkung asal Republik Ceko ini, dengan tegas menolak gagasan untuk duduk di bangku cadangan.

Vitek tersebut saat ini dipinjamkan MU ke Bristol City. Sejak bergabung dengan The Robins dengan status pinjaman pada 28 Juli, Vitek tersebut telah bermain selama 3.060 menit dalam 34 penampilan untuk tim divisi dua tersebut, dengan kebobolan 45 gol.

United telah memperpanjang kontraknya hingga 2028, tetapi ia tidak berniat hanya menjadi pelengkap di belakang Lammens. Berbicara kepada Sun Sport, Vitek menjelaskan ambisinya.

"Pada tahap karier saya saat ini, di usia muda, saya ingin bermain sebanyak mungkin pertandingan. Saya tidak akan mendapat manfaat dari duduk di bangku cadangan di sini, atau hal lainnya," katanya.

Transisi ke Championship merupakan pengalaman belajar yang berat setelah masa pinjamannya sebelumnya di Accrington Stanley dan Blau-Weiss Linz. Kiper kelahiran Vsetín ini mencatat peningkatan taktik yang signifikan dibandingkan dengan masa baktinya di League Two.


Memanfaatkan Postur Tubuhnya yang Tinggi

Kiper Manchester United, Radek Vitek (kanan) berusaha menjangkau bola hasil sundulan striker Wrexham, Sam Dalby pada laga uji coba pramusim 2023/2024 di San Diego, USA (25/7/2023). (AP Photo/Gregory Bull)

"Perbedaan utamanya adalah kualitas pemain lebih taktis," jelasnya. "Saya ingat di League 2 lebih seperti pertarungan sengit! Anda benar-benar bermain umpan panjang dan semua orang hanya berebut bola kedua. Tetapi di sini di Championship, jelas lebih taktis, setiap tim memainkan bola yang berbeda atau beberapa kombinasi lainnya, jadi Anda harus menyesuaikan diri."

Dengan tinggi badan 1,98 meter, postur tubuhnya telah menjadi aset utama dalam menangani tuntutan duel udara di sepak bola Inggris. Di era di mana kiper sering menjadi sasaran utama saat situasi bola mati, tinggi badannya memberinya keuntungan alami.

"Ini sulit bagi kiper, tetapi untungnya bagi saya, saya setinggi 196 cm. Jadi saya bisa mengatasinya. Saya suka menyambut umpan silang dan membantu rekan setim saya dengan mengamankannya atau meninjunya menjauh dari area berbahaya." Dominasi ini telah membantunya mengamankan catatan clean sheet yang mengesankan musim ini.


Hadapi Persaingan Ketat di Old Trafford

Kiper Manchester United (MU), Radek Vitek (kanan), saat laga uji coba melawan Rosenborg di Lerkendal Stadium, Trondheim, Norwegia, 15 Juli 2024. (Ole Martin Wold / NTB / AFP)

Memantapkan posisinya di Setan Merah bukanlah tugas yang mudah. ​​Kiper pilihan utama saat ini memberikan performa tingkat tinggi yang luar biasa, membuat Lammens sangat sulit untuk digantikan.

Lanjut Baca:

Lebih jauh lagi, Andre Onana, yang baru-baru ini pindah ke Turki, dilaporkan mempertimbangkan untuk kembali ke klub, yang hanya akan memperintensifkan persaingan untuk mendapatkan menit bermain. Terlepas dari rintangan ini, pemain muda Ceko ini tetap teguh pada tuntutannya. "Saya akan berkomunikasi erat dengan Manchester United dan kita akan lihat apa yang terbaik untuk saya musim depan. Tapi saya ingin bermain sepak bola. Saya tidak ingin hanya duduk di bangku cadangan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya