Bosnia vs Italia: Gennaro Minta Maaf Usai Gagal Bawa Azzuri ke Piala Dunia 2026

Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai kalah dari Bosnia. Gattuso akui hasil itu terasa pahit dan minta maaf kepada para fans.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 01 April 2026, 06:25 WIB
Ekspresi Gennaro Gattuso ketika memimpin Timnas Italia menghadapi Timnas Bosnia dan Herzegovina di final Play-off Piala Dunia 2026 di Bilino Polje, Zenica, Rabu (01/04/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Armin Durgut)

Liputan6.com, Jakarta - Kegagalan kembali menghantui Timnas Italia di panggung besar dunia. Kekalahan dramatis dari Bosnia dan Herzegovina memastikan langkah Azzurri terhenti sebelum mencapai Piala Dunia 2026.

Bermain di Bilino Polje, Zenica, Rabu (01/04/2026) dini hari WIB, Italia sempat membuka harapan lewat gol cepat. Namun situasi berubah drastis setelah harus bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu tambahan, membuat pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti. Di momen krusial itu, Italia justru runtuh dan kalah telak.

Hasil ini terasa seperti mimpi buruk yang kembali terulang bagi publik Italia. Pelatih Gennaro Gattuso pun tak mampu menyembunyikan rasa pahit yang ia rasakan.


Rasa Pahit yang Sulit Diterima

Ekspresi Gennaro Gattuso usai Timnas Italia gagal melaju ke Piala Dunia 2026 usai ditaklukkan Timnas Bosnia dan Herzegovina di Bilino Polje, Zenica, Rabu (01/04/2026) dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Italia sejatinya memulai laga dengan cukup baik dan sempat unggul lebih dulu melalui gol Moise Kean. Namun kartu merah Alessandro Bastoni pada menit ke-41 menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

Bosnia dan Herzegovina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menyamakan kedudukan lewat Haris Tabakovic. Meski begitu, Italia tetap mampu bertahan dan bahkan menciptakan peluang berbahaya hingga babak tambahan.

Gattuso mengakui bahwa kegagalan ini terasa sangat menyakitkan bagi dirinya dan tim. Ia menilai perjuangan para pemain seharusnya tidak berakhir dengan hasil seperti ini.

“Para pemain ini tidak pantas menerima ini, atas usaha, cinta, dan tekad mereka. Kami memiliki tiga peluang, dan sebagian besar umpan silang mereka hampir tidak menyentuh kami,” kata Gattuso kepada RAI Sport, via Football Italia.

“Saya masih bangga dengan para pemain saya. Jika Anda menusuk saya dengan belati hari ini, tidak akan ada yang keluar, darah saya sudah habis. Ini penting bagi gerakan sepak bola Italia dan rasanya buruk untuk tersingkir seperti ini.”


Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab Gattuso

Pemain Timnas Italia tertunduk lesu setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina lewat drama adu penalti pada laga final playoff Piala Dunia 2026 di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Italia kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia karena kekalahan ini. (AP Photo/Armin Durgut)

Kekalahan dalam adu penalti menjadi penutup yang paling menyakitkan bagi Italia. Dua eksekutor, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante, gagal menjalankan tugasnya dan membuat tim kalah 4-1.

Gattuso tetap melihat sisi positif dari perjuangan timnya, terutama saat bermain dengan 10 orang. Ia bahkan mengaku terkejut dengan semangat dan determinasi yang ditunjukkan para pemain di lapangan.

Namun, di balik itu semua, pelatih berusia 48 tahun tersebut tidak lari dari tanggung jawab. Ia secara terbuka meminta maaf kepada para pendukung Italia atas kegagalan ini.

“Saya juga terkejut dengan semangat dan tekad yang mereka tunjukkan hari ini. Kami berada di sana dalam pengepungan, di parit. Namun di sini kita berbicara tentang tidak lolos ke Piala Dunia lagi.”

“Saya pribadi meminta maaf karena tidak berhasil, tetapi para pemain ini telah memberikan segalanya," ucap Gattuso.

(Football Italia)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya