Pemprov DKI Kerja Sama dengan Pelindo, Cegah Kemacetan Parah di Pelabuhan Tanjung Priok

Pemprov DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan PT Pelindo untuk mencegah kemacetan parah yang sempat terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut).

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 31 Maret 2026, 16:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/3/2026). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan PT Pelindo untuk mencegah kemacetan parah yang sempat terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut) pada 2025.

"Pemerintah DKI Jakarta memberikan ruang kepada Pelindo kurang lebih lima hektare di Terminal Tanah Merdeka untuk tempat parkirnya, supaya tidak seperti yang lalu," ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/3/2026) melansir Antara.

Dia mengatakan, kerja sama itu dilakukan karena pada tahun lalu sempat terjadi kenaikan aktivitas di pelabuhan tersebut, namun tidak tersedia tempat parkir untuk kontainer.

Oleh sebab itu, kata Pramono, Pemprov DKI bersama Pelindo bekerja sama guna mengantisipasi kejadian tersebut agar tidak terulang, dengan menyediakan tempat parkir yang mampu menampung 200 kontainer.

"Untuk itu, kami juga menggratiskan (lahan parkir) kepada Pelindo, karena memang biaya kalau ada kemacetan, yang seperti tahun lalu itu, cost-nya terlalu tinggi sekali," papar dia.

Sebelumnya pada April 2025, sempat terjadi kemacetan parah di Tanjung Priok, Jakarta Utara, akibat muatan truk Pelindo yang seharusnya 2.500 truk per hari, dipaksakan menjadi 4.000 truk per hari.

"Sehingga mengalami kemacetan lalu lintas, dan akhirnya saya juga baru tahu tadi pagi dari Kepala Dinas Perhubungan. Bukan lagi 4.000, tetapi menjadi 7.000 truk per hari. Ini menunjukkan ketidakprofesionalan pengelola yang ada di Tanjung Priok," tandas Pramono.

Atas kejadian tersebut, Pramono pun segera meminta kepada pihak Pelindo untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak kembali terulang.

 

Penumpang Kapal Berangkat dari Tanjung Priok Capai 24.253 selama Periode Lebaran 2026

Kapal Pelni KM Dobonsolo yang membawa peserta Mudik Gratis Sepeda Motor sesaat sebelum bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (14/4/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Jakarta Antonius Lumban Gaol mengungkapkan, jumlah penumpang kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, mencapai 24.253 penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026.

"Jadi total penumpang pada masa angkutan Lebaran 2026 sebanyak 24.253 jiwa per 28 Maret 2026," ujar Antonius melansir Antara, Selasa (31/3/2026).

Selama angkutan Lebaran tahun 2026, Antonius memastikan operasional kapal penumpang yang keluar dan masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok berjalan relatif lancar dan sesuai jadwal.

"Tidak terdapat gangguan signifikan, baik dari sisi cuaca maupun teknis, sehingga arus penumpang dan logistik dapat terlayani dengan baik," ucap dia.

Antonius memastikan situasi keamanan di Pelabuhan Tanjung Priok terpantau aman dan kondusif selama arus mudik dan balik pada tahun ini.

"Hal ini didukung oleh sinergi antara petugas pelabuhan, aparat kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya yang melakukan pengamanan secara terpadu," papar dia.

 

Akui Ada Kendala yang Dihadapi

Ratusan Mobil yang siap diekspor terparkir di IPC Car Terminal, PT IKT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Kemenperin menargetkan ekspor mobil dari Indonesia mencapai 450 ribu unit pada tahun 2019. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Di sisi lain, menurut Antonius, beberapa kendala yang sempat dihadapi, diantaranya peningkatan volume penumpang kapal pada waktu-waktu tertentu yang menyebabkan kepadatan di area terminal pelabuhan.

"Namun, hal tersebut dapat diantisipasi melalui pengaturan jadwal, penambahan personel, serta optimalisasi fasilitas pelayanan," kata dia.

Ada pun, lanjut Antonius, salah satu faktor yang mendorong peningkatan jumlah penumpang kapal Pelni yaitu adanya program diskon transportasi berupa potongan harga 30 persen dari harga tiket normal untuk periode Lebaran 2026.

"Hingga 28 Maret 2026, realisasi penumpang kapal yang memanfaatkan diskon tersebut mencapai 431.705 penumpang atau sekitar 96,9 persen dari proyeksi sebanyak 445.534 penumpang pada periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026," jelas dia.

Infografis Tips Berkendara Aman dan Nyaman Saat Mudik Lebaran 1-5. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Tips Berkendara Aman dan Nyaman Saat Mudik Lebaran 6-11. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya