Liputan6.com, Jakarta - Jaecoo mempertegas posisinya sebagai 'global blockbuster maker' di industri kendaraan energi baru (NEV), dengan mencatatkan performa penjualan yang kuat awal 2026, di berbagai pasar utama, termasuk Eropa dan Asia Tenggara.
Di pasar Eropa, Jaecoo menunjukkan pertumbuhan signifikan di tengah persaingan yang ketat. Di Inggris, Jaecoo J7 SHS-P berhasil menjadi model dengan penjualan ritel nomor satu pada Januari 2026 dengan 4.059 unit, serta mencatatkan lebih dari 30.100 unit dalam 12 bulan terakhir.
Advertisement
Sementara di Italia, model ini langsung debut di posisi kedelapan dengan penjualan 416 unit. Adapun di Spanyol, Jaecoo mencatatkan penjualan 1.318 unit sepanjang Januari hingga Februari 2026, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 38,16 persen.
Tak hanya itu, di segmen plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), performa Jaecoo juga tergolong impresif. Pengiriman kendaraan mencapai lebih dari 4.000 unit per bulan, sekaligus menempatkannya di posisi kedua di pasar Eropa. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan stabil di tengah kompetisi yang semakin sengit di segmen kendaraan hybrid.
Kinerja positif tersebut juga tercermin di Asia Tenggara. Di Thailand, Jaecoo J5 EV menjadi model terlaris dengan penjualan mencapai 6.806 unit pada Januari 2026.
Model ini juga memimpin segmen SUV dan battery electric vehicle (BEV) selama tiga bulan berturut-turut dengan pangsa pasar 16,1 persen.
Sementara di Indonesia, berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Januari 2026, Jaecoo J5 EV mencatat distribusi sebanyak 1.942 unit dan menjadi salah satu SUV listrik terlaris.
Tren ini berlanjut pada Februari 2026 dengan tambahan 2.926 unit, sekaligus mengantarkan Jaecoo masuk ke dalam 10 besar merek mobil nasional.
"Pertumbuhan di kedua kawasan ini menunjukkan bagaimana Jaecoo bisa menjangkau pasar yang berbeda, baik di negara berkembang maupun pasar otomotif yang sudah matang. Di Asia Tenggara sendiri, kami melihat semakin banyak konsumen mulai beralih ke kendaraan energi baru untuk kebutuhan sehari-hari hingga perjalanan jarak jauh," jelas Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma.
Teknologi SHS di Jaecoo
Keberhasilan ini tak lepas dari peran teknologi Super Hybrid System (SHS) yang menjadi fondasi utama performa global Jaecoo. Teknologi ini dirancang untuk menghadirkan efisiensi penggunaan harian sekaligus fleksibilitas dalam perjalanan jarak jauh, tanpa mengorbankan performa kendaraan di berbagai kondisi.
Di Indonesia, teknologi SHS telah diterapkan pada Jaecoo J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS. Berdasarkan pengujian di kondisi jalan Tanah Air, Jaecoo J7 SHS-P mampu menempuh jarak hingga 1.377 km dengan satu tangki bahan bakar dan satu kali pengisian baterai penuh.
Sementara itu, Jaecoo J8 SHS-P ARDIS mampu mencapai hingga 1.660 km dalam kondisi serupa, memberikan fleksibilitas lebih untuk mobilitas jarak jauh.
Kedua model tersebut dibekali teknologi hybrid generasi kelima dengan efisiensi termal mencapai 44,5 persen. Jaecoo J7 SHS-P mengandalkan mesin 1.5T yang dipadukan dengan transmisi 1-speed DHT, sedangkan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS menggunakan mesin 1.5TGDI dengan kombinasi transmisi 3-speed DHT untuk performa yang lebih optimal.