Kemenhub Kaji Penyesuaian Tarif Tiket Pesawat, Bakal Naik?

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka kemungkinan penyesuaian tarif batas atas (TBA) tiket pesawat.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 30 Maret 2026, 20:45 WIB
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka kemungkinan penyesuaian tarif batas atas (TBA) tiket pesawat. (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan masih membuka kemungkinan untuk menyesuaikan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat, menyusul potensi kenaikan harga avtur. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, langkah tersebut akan dipertimbangkan melalui proses kajian dan evaluasi jika terjadi peningkatan pada harga bahan bakar pesawat.

“Ya tentunya kita akan melakukan pengkajian, melakukan evaluasi apakah masih dengan kondisi sekarang masyarakat masih menghendaki turunkan, tapi kondisi global dimana terjadi hal-hal yang perlu juga kita antisipasi. Jadi kita akan melakukan exercise, kemungkinan-kemungkinan, segala kemungkinannya,” kata Dudy di Kantor Kemenhub, Senin (30/3/2026).

Dalam proses evaluasi tersebut, Dudy menekankan pentingnya mempertimbangkan daya beli masyarakat yang saat ini cenderung mengharapkan harga tiket lebih rendah. Apalagi, pemerintah sebelumnya telah memberikan stimulus berupa diskon tarif tiket pesawat hingga 18% selama periode Angkutan Lebaran 2026.

“Itu harus kami antisipasi juga (penyesuaian TBA). Namun demikian, kan secara resmi kami harus menunggu apa yang akan dikeluarkan oleh Kementerian ESDM,” tuturnya

Ia menyampaikan bahwa saat ini masyarakat masih menginginkan penurunan harga, namun di sisi lain terdapat kondisi global yang perlu diantisipasi, sehingga pihaknya akan melakukan berbagai simulasi terhadap semua kemungkinan yang ada.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah belum menetapkan kebijakan khusus terkait potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), di tengah dinamika global yang dipicu konflik di Timur Tengah.

“Sejauh ini sesuai dengan penjelasan dari perwakilan staf ahli Menteri ESDM bahwa semua hal yang terkait dengan BBM aman,” kata Dudy di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (30/3/2026). 

 

Kegiatan Transportasi

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bertemu dengan Menteri Agama Nazaruddin Umar. (Dok Kemenhub)

Ia menambahkan bahwa pihaknya harus mempercayai dan memastikan hal tersebut, serta tetap menjalankan kegiatan transportasi sebagaimana mestinya. Ia juga menyebut hingga kini belum ada langkah tambahan yang disiapkan pemerintah. 

Dudy mengatakan hingga saat ini belum ada kebijakan khusus yang disiapkan. Menurutnya, jika pihak ESDM maupun Pertamina menyatakan stok BBM aman, maka kondisi tersebut dapat dianggap aman. Meski demikian, Kementerian Perhubungan tetap membuka ruang evaluasi apabila dampak kenaikan harga mulai terasa signifikan, terutama terhadap biaya operasional dan tarif transportasi.

“Tentunya kita akan melakukan pengkajian maupun evaluasi, apakah masih dengan kondisi sekarang masyarakat masih menghendaki tarif tetap rendah. Tapi kondisi global di mana terjadi hal-hal yang perlu kita antisipasi, jadi kita akan melakukan exercise berbagai kemungkinan,” tambahnya.

Meskipun begitu, menurut Dudy, potensi kenaikan harga BBM, termasuk avtur, dinilai dapat berdampak pada tarif penerbangan. Namun, keputusan mengenai penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA) masih menunggu kebijakan resmi dari Kementerian ESDM. 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya