Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Macet Parah, Kemenhub Evaluasi Besar-besaran

Kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk dan sejumlah ruas jalan tol selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 30 Maret 2026, 19:00 WIB
Antrean Kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Bali di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi (Hermawan Arifianto/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti kepadatan yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk dan sejumlah ruas jalan tol selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan ke depan.

Menhub menyampaikan, pemerintah telah memetakan sejumlah persoalan yang memicu kepadatan, termasuk konsistensi penerapan kebijakan serta kesiapan infrastruktur pendukung di lapangan.

“Tentunya itu menjadi sebuah bahan evaluasi dalam pelaksanaan ke depan. Kami sudah bisa memetakan beberapa hal seperti misalnya konsistensi dari pemberlakuan SKB kemudian juga menyiapkan buffer zone yang memadai sehingga bisa mengatur flow dari kendaraan-kendaraan yang akan memasuki pelabuhan,” ujar Dudy kepada wartawan di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (30/3/2026).

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian kapasitas kapal penyeberangan guna mengurai antrean kendaraan di pelabuhan.

“Dan yang terakhir kami juga mempertimbangkan dan juga akan meminta kepada operator untuk mengganti ukuran dari kapal yang melayani penyeberangan. Harapannya bahwa dengan perbaikan-perbaikan tersebut kita bisa melakukan pelayanan yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, untuk kepadatan di jalan tol, evaluasi akan difokuskan pada pengelolaan rest area yang dinilai berkontribusi terhadap perlambatan arus kendaraan.

 

Kepadatan di Jalan Tol

Kendaraan melintas di tol Semanggi, Jakarta, Sabtu (5/11/2022). Pemerintah berencana untuk mengimplementasikan bayar tol nontunai 'jarak jauh' atau nirsentuh mulai Desember 2022. Sistem MLFF ini diharapkan bisa berjalan dengan baik dan dapat digunakan di seluruh ruas tol pada akhir 2023. Dengan demikian, maka pada 2024 semua ruas tol menggunakan sistem MLFF. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menhub menjelaskan bahwa secara umum tingkat kepadatan di jalan tol masih sesuai dengan perkiraan, namun pengaturan arus keluar-masuk rest area perlu diperbaiki.

“Jadi sebenarnya kalau dilihat dari tingkat kepadatan tidak padat sesuai dengan ekspektasi dan sesuai dengan perkiraan hanya memang keberadaan rest area kemudian flow di rest area perlu kita evaluasi untuk tahun-tahun ke depan,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah akan mengoptimalkan berbagai langkah tersebut guna meningkatkan kelancaran arus kendaraan, terutama pada titik-titik krusial seperti pelabuhan penyeberangan dan ruas tol saat periode mudik Lebaran. 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya