Federico Dimarco dan Kontroversi Perayaan Kemenangan Bosnia di Play-off Piala Dunia 2026

Federico Dimarco klarifikasi aksinya saat Bosnia kalahkan Wales. Bek Italia tegaskan tidak meremehkan calon lawan di play-off Piala Dunia 2026.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 29 Maret 2026, 11:09 WIB
Federico Dimarco dari Italia bereaksi setelah Jorgen Strand Larsen dari Norwegia mencetak gol keempat bagi timnya dalam pertandingan kualifikasi Grup I Piala Dunia 2026 antara Italia dan Norwegia di Milan, Italia, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Italia tengah bersiap menghadapi laga krusial di play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026. Federico Dimarco dan kolega akan menantang Bosnia and Herzegovina dalam duel penentuan.

Namun, jelang laga tersebut, sorotan justru mengarah ke Federico Dimarco. Bek Inter Milan itu menjadi perbincangan hangat.

Hal ini bermula dari reaksinya usai Bosnia mengalahkan Wales. Momen tersebut terjadi setelah Italia menumbangkan Irlandia Utara.

Dalam video yang beredar, Dimarco terlihat merayakan kemenangan Bosnia. Aksinya memicu berbagai interpretasi.

Banyak pihak menilai ia lebih memilih Bosnia sebagai lawan. Hal ini memunculkan tudingan sikap meremehkan lawan.


Dimarco Tegaskan Tidak Meremehkan Bosnia

Federico Dimarco (Italia) berebut bola dengan Julian Ryerson (Norwegia) dalam laga Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 di San Siro, 17 November 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Federico Dimarco akhirnya angkat bicara. Ia menilai reaksinya telah dibesar-besarkan oleh publik.

"Saya di sini, mengingat setelah pertandingan melawan Irlandia Utara, saya menjadi protagonis dari sebuah insiden," kata Dimarco pada konferensi pers hari Sabtu.

Bek sayap tersebut menegaskan bahwa reaksinya spontan. Ia hanya menyaksikan adu penalti bersama rekan setim.

"Saya menghormati setiap klub dan setiap negara; itu adalah reaksi naluriah. Saya hanya menonton adu penalti bersama rekan-rekan setim saya," tegasnya.


Hubungan Personal dan Klarifikasi Kontroversi

Striker Timnas Bosnia-Herzegovina, Edin Dzeko, mengenakan jersey biru produksi Kelme di laga Kualifikasi Euro 2024. (ELVIS BARUKCIC / AFP)

Dimarco juga menjelaskan alasan emosional di balik reaksinya. Ia memiliki kedekatan dengan pemain Bosnia, Edin Dzeko.

"[Edin] Dzeko juga bermain untuk Bosnia. Saya bermain dengannya selama dua tahun, dan saya mengiriminya pesan. Dia membalas pesan saya, dan saya senang melihatnya di final.

"Saya tidak kurang menghormati Bosnia atau rakyat Bosnia."

Ia juga membantah tudingan arogan. Menurutnya, situasi tersebut tidak relevan dengan kondisi Italia saat ini.

"Dikatakan bahwa saya arogan; dengan hak apa, karena kami belum pernah ke Piala Dunia sejak 2014? Bagaimana mungkin saya arogan?"

"Meskipun demikian, saya percaya bahwa difilmkan dalam konteks di mana ada juga teman, keluarga, dan anak-anak yang hadir adalah tindakan yang tidak sopan."

Kini, fokus Italia kembali ke lapangan. Mereka harus menghadapi Bosnia di Zenica dalam laga yang menentukan nasib menuju Piala Dunia 2026.

Sumber: FotMob

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya