Liputan6.com, Jakarta - Arus balik Lebaran 2026 dengan moda kereta api (KA) di wilayah Daop 1 Jakarta masih didominasi dengan lonjakan kedatangan penumpang. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat jumlah penumpang yang tiba konsisten lebih tinggi dibandingkan keberangkatan sejak 23 Maret 2026.
Menurut Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, tren arus balik menunjukkan pergerakan besar masyarakat kembali ke Jakarta dan sekitarnya. Pada 24 Maret 2026, misalnya, jumlah penumpang yang tiba mencapai 53.288 orang, melampaui keberangkatan yang hanya 43.894 penumpang.
Advertisement
“Volume kedatangan/tiba Daop 1 : 53.288,” kata Franoto dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).
Pola ini terjadi hampir setiap hari selama arus balik Lebaran 2026. Pada 25 Maret, kedatangan mencapai 53.406 penumpang, sementara keberangkatan 38.696 penumpang.
Kemudian 26 Maret, kedatangan penumpang 53.132 penumpang dan keberangkatan 36.280 penumpang. Bahkan pada 28 Maret, jumlah penumpang tiba kembali menyentuh angka tinggi, yakni 53.368 orang.
Sementara itu, berdasarkan data dinamis per 29 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, jumlah penumpang yang tiba mencapai 52.896 orang, sedangkan keberangkatan hanya 36.994 penumpang.
“Volume keberangkatan Daop 1 : 36.994 dan volume kedatangan/tiba Daop 1 : 52.896,” ucap Franoto.
Stasiun Pasar Senen dan Gambir Jadi Titik Utama
Lonjakan arus balik terlihat di sejumlah stasiun utama. Pada 29 Maret, Stasiun Pasar Senen mencatat kedatangan tertinggi dengan 18.753 penumpang, disusul Stasiun Gambir sebanyak 15.689 penumpang.
Franoto juga merinci pergerakan di stasiun lainnya seperti Bekasi dengan total 7.436 penumpang, Jatinegara 5.195 penumpang, hingga Cikarang 3.014 penumpang.
Franoto menyebut bahwa arus balik masih akan berlangsung hingga awal April 2026. Data sementara menunjukkan jumlah kedatangan tetap tinggi hingga 30 Maret dengan 49.267 penumpang, 31 Maret 44.364 penumpang, dan 1 April 33.034 penumpang.
“Penumpang yang tiba di stasiun-stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta kebanyakan berasal dari kota-kota di Jawa Tengah, Jawa timur , DI Yogyakarta serta Jawa Barat,” ujarnya.
Dia merinci sejumlah kota asal utama seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Jember, Purwokerto, Bandung, Malang, Solo, Tegal, Madiun, hingga Kutoarjo.
Menghadapi puncak arus balik, KAI memastikan kesiapan layanan, termasuk penambahan petugas dan penguatan keamanan.
“Penambahan tenaga kebersihan kereta dan stasiun serta bantuan petugas keamanan dari TNI/Polri,” kata Franoto.