Liputan6.com, Jakarta - Pemilik pabrik rokok HS, Muhammad Suryo, akan memberangkatkan 150 karyawan untuk menunaikan ibadah Umrah pada tahun ini. Program tersebut diumumkan saat kunjungannya ke pabrik di Muntilan, Magelang, Jumat (27/3).
Suryo menyampaikan bahwa pemberangkatan Umrah tersebut merupakan bentuk rasa syukur setelah dirinya selamat dari kecelakaan yang terjadi di Kulon Progo pada Minggu (1/3). Dalam peristiwa itu, ia sempat dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara istrinya, Anis Syarifah, meninggal dunia.
Advertisement
"Ini bentuk syukur saya dan rasa terimakasih atas doa dan dukungan dari panjenengan semua. Kalian adalah penyemangat dan yang membuat saya tegar menghadapi cobaan ini. Saya minta terus doakan istri saya semoga husnul khatimah," ucap Suryo.
Program pemberangkatan Umrah bagi karyawan tersebut diketahui telah rutin dilakukan setiap tahun. Namun, jumlah karyawan yang diberangkatkan pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, Suryo juga mengumumkan penyediaan fasilitas tempat tinggal atau mess khusus bagi karyawan disabilitas. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung pekerja yang berasal dari luar daerah, seperti Yogyakarta dan Magelang.
Saat ini, terdapat 21 karyawan disabilitas yang bekerja di pabrik rokok HS. Suryo menegaskan komitmennya untuk terus membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tanpa persyaratan khusus.
"Untuk kawan-kawan disabilitas yang sudah bekerja, akan kami buatkan mess khusus di sini. Kami juga akan terus menerima karyawan disabilitas dari manapun dan berapapun jumlahnya. Ayo kawan-kawan disabilitas di seluruh Indonesia, bergabung bersama kami. Semua bisa bekerja di sini tanpa ada syarat apapun," pungkasnya.
Detik-Detik Tabrakan Maut Harley Davidson vs Yamaha di Kulonprogo, Istri Pemilik Rokok HS Meninggal
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Perempatan Mlangsen, Temon, Kulon Progo, DIY, Minggu (1/3) sore. Kecelakaan ini melibatkan sebuah motor gede (moge) Harley Davidson dengan sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter MX.
Moge yang terlibat kecelakaan ini dikendarai oleh pemilik perusahaan rokok merek HS, Muhammad Suryo dengan memboncengkan istrinya. Sementara sepeda motor bebek dikendarai oleh warga bersama anaknya.
Salah seorang saksi yang tak mau disebut namanya menceritakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Kecelakaan bermula saat rombongan moge melintas dari arah timur (Yogyakarta) menuju ke arah barat (Purworejo).
Saat rombongan akan melintas tiba-tiba ada sepeda motor bebek yang akan menyeberang dari arah selatan ke utara. Kemudian terjadilah kecelakaan yang melibatkan moge yang dikendarai Suryo dan istrinya.
"Motor Harley dari arah timur ke barat. Sepeda motor satunya mau menyeberang. Terus langsung ketabrak," kata saksi itu.
Saksi menceritakan, motor gede yang dikendarai Suryo ini terjatuh dan terseret hingga puluhan meter. Sementara pengemudi dan pemboncengnya terpental ke arah parit.
Kecelakaan ini membuat istri Muhammad Suryo yakni Anis Syarifah meninggal dunia. Sementara Suryo dikabarkan harus menjalani perawatan disalah satu RS di Yogyakarta.
Sedangkan pengendara sepeda motor Jupiter MX mengalami patah tulang dan juga harus dirawat di RS.
Kepolisian Resor (Polres) Kulonprogo membenarkan kecelakaan lalu lintas antara moge yang dikendarai oleh saudara Muhammad Suryo berboncengan dengan saudari Anis Syarifah dengan sepeda motor Yamaha Jupiter yang dikendarai oleh AA.
“Mengakibatkan saudari AS (penumpang motor besar) meninggal dunia,” ujar Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko.
Sumber: Purnomo Edi/merdeka.com