Kebutuhan Industri Sawit Makin Kompleks, SDM RI Dituntut Lebih Terampil

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) kelapa sawit perlu dilakukan guna menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks.

oleh Septian DenyDiterbitkan 28 Maret 2026, 20:15 WIB
Seorang pekerja sedang menebang pohon di perkebunan kelapa sawit di Sampoiniet, provinsi Aceh (7/3/2021). Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang memiliki produksi terbesar di Kabupaten Aceh. (AFP Photo/Chaideer Mahyuddin)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) diharapkan memperluas program pengembangan sumber daya manusia (SDM) kelapa sawit untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung menyatakan pengembangan SDM menjadi faktor kunci dalam mewujudkan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

Menurut dia, pengembangan SDM harus mampu menjawab berbagai tantangan industri kelapa sawit yang semakin kompleks serta harus berperan aktif dalam menciptakan sistem industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Pengembangan SDM kelapa sawit perlu mencakup aspek kualitas, keragaman keterampilan, serta ketersediaan tenaga kerja yang memadai," ujarnya, dikutip dari Antara, Sabtu (28/3/2026).

Selain meningkatkan kualitas SDM saat ini, lanjutnya, pengembangan tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan industri kelapa sawit pada masa mendatang.

Tungkot menyatakan BPDP memiliki peran strategis dalam pengembangan SDM melalui penyediaan beasiswa pendidikan sarjana untuk anak-anak petani sawit dengan berbagai bidang keahlian.

Pengembangan SDM sawit tersebut dikelola oleh BPDP bersama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

"Sejak awal berdiri BPDP telah mempersiapkan SDM industri sawit melalui penyediaan beasiswa pendidikan sarjana untuk anak- anak petani sawit. Program ini merupakan suatu reinvestasi dana pungutan ekspor," ujar Tungkot dalam keterangannya.

Berdasarkan data tahun 2025, sebanyak 13.265 peserta telah memperoleh beasiswa untuk pengembangan SDM industri sawit di berbagai perguruan tinggi. Kemudian program pelatihan teknis telah menjangkau sekitar 32.152 petani kelapa sawit.

 

Kuota Beasiswa

Seorang pekerja mengangkut cangkang sawit di atas rakit di sebuah perkebunan sawit di Sampoiniet, provinsi Aceh (7/3/2021). Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang memiliki produksi terbesar di Kabupaten Aceh. (AFP Photo/Chaideer Mahyuddin)

Pada 2026 BPDP menargetkan kuota beasiswa mencapai 5.000 mahasiswa baru dengan fokus pada penguatan kompetensi di bidang teknis dan teknologi perkebunan.

"Memang jika dibandingkan dengan kebutuhan peningkatan maupun penyiapan SDM industri sawit yang diperlukan, apa yang telah dilakukan BPDP tersebut masih perlu diperbesar pada yang akan datang," ujarnya.

Ia mengharapkan BPDP bisa melahirkan generasi kelapa sawit yang berkualitas dan berdaya saing. Untuk memperkuat daya saing global kualitas SDM industri sawit nasional harus mampu melampaui negara pesaing seperti Malaysia.

"Inilah tantangan terbesar dalam SDM industri sawit kita. Bagaimana reinvestasi dana sawit untuk membangun dan mempersiapkan SDM sawit yang lebih unggul dari negara pesaing kita bahkan lebih unggul dari industri lain," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya