Liputan6.com, Jakarta - Liputan6.com, Hong Kong - Hong Kong menjadi salah satu kota di dunia dengan sistem transportasi yang paling modern. Beragam transportasi bisa ditemukan di kota ini mulai dari taksi, bis, mini bis, MTR (seperti MRT) di Indonesia, hingga kapal feri.
Namun menariknya Hong Kong masih mempertahankan salah satu transportasi publik yang sudah diluncurkan sejak 1904 yakni trem. Ya, trem atau yang dikenal warga Hong Kong sebagai "Ding Ding" bahkan menjadi andalan untuk warga sehari-hari ataupun wisata.
Advertisement
Trem di Hong Kong memegang rekor dunia sebagai layanan trem bertingkat yang masih beroperasi hingga saat ini. Sehingga setiap turis yang datang penasaran untuk mencobanya.
Liputan6.com yang datang ke Hong Kong untuk menghadiri malam penghargaan Asia 50 Best Restaurants atas undangan dari Hong Kong Tourism Board tak ketinggalan mencobanya.
Kami mencoba ikut mengantre di halte-halte yang terpisah dengan bis biasa di jalan raya. Saat naik pun sudah ada aturannya karena kita harus melalui pintu belakang sebelum nantinya turun di pintu depan sekaligus membayar di samping pengemudi.
Ada sensasi berbeda saat pertama kali berada di atas trem. Meski berjalan lamban namun ketakutan trem ini tergelincir dari jalur tetap ada.
"Jarang sekali warga Hong Kong yang memakai kendaraan pribadi seperti motor untuk berpergian di dalam kota. Semua memilih transportasi umum karena sangat mudah dan terjangkau," ujar Vivian, pemandu wisata selama kami di Hong Kong.
"Jika Anda lihat yang naik trem ini bukan cuma turis, tetapi juga warga lokal karena harganya sangat terjangkau. Kami tidak perlu lagi memikirkan tarif parkir atau bahan bakar dengan naik transportasi umum," katanya sambil tertawa.
Ya, harga yang harus dibayarkan untuk naik trem ini memang sangat murah yakni 3,31 dolar Hong Kong atau Rp 6 ribu untuk semua jurusan. Waktu beroperasinya pun sampai tengah malam sehingga warga di sana tak terlalu khawatir jika harus beraktivitas lebih lama dari biasanya.
"Seru banget rasanya naik trem ini, kita bisa lihat suasana sekitar dengan lebih santai. Banyak yang bilang trem jalannya lamban tapi pas dinaiki ternyata enggak juga kok,' kata rekan jurnalis dari Indonesia yang juga ikut naik trem.
"Yang bikin kaget pasti harganya sih, kita cuma sekali bayar tapi bisa ke mana aja," katanya menambahkan.
Menurut perkiraan saat ini jumlah penumpang trem di Hong Kong mencapai 200 ribu per hari. Tentu jumlah ini tidak bisa dibilang kecil mengingat para pesaingnya yang lebih modern.
Warna-warni bodi trem di Hong Kong juga memikat hati. Banyak perusahaan yang beriklan di bodi trem dengan warna mencolok agar lebih dilihat saat melintas.
Menaiki trem di Hong Kong bukan hanya soal bertransportasi biasa namun juga membuka memori dan rasa nostalgia saat sebuah kota belum maju seperti sekarang. Untuk wisatawan, pengalaman ini tentu layak dicoba saat menjelajahi Hong Kong.