Memaksakan Diri Snorkeling, Seorang Lansia Tewas di Pulau Pahawang

Indriyanti (61), seorang wisatawan lansia meninggal dunia saat menjalani aktivitas snorkeling di Pulau Pahawang.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 27 Maret 2026, 13:29 WIB
Proses evakuasi wisatawan asal Tangerang, Banten, meninggal dunia usai snorkeling di Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Lampung. (Liputan6.com/ Dok Ist).

Liputan6.com, Lampung - Libur Lebaran di Pulau Pahawang berujung duka. Seorang wisatawan bernama Indriyanti (61) dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani aktivitas snorkeling di salah satu spot wisata bawah laut di wilayah tersebut.

Komandan Posbinpotmar Pulau Pahawang, Peltu Jas Sumarwan, membenarkan adanya insiden tersebut. Peristiwa terjadi di spot snorkeling Sarimin pada Rabu, 25 Maret 2026.

“Benar, korban berusia 61 tahun. Kami menerima laporan wisatawan tidak sadarkan diri saat snorkeling dan langsung menuju lokasi,” ujar Sumarwan saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, korban pertama kali dievakuasi ke daratan oleh keluarga dengan bantuan warga sekitar.

Petugas yang tiba di lokasi kemudian mempercepat proses evakuasi menggunakan speed boat menuju Dermaga Ketapang guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Selama perjalanan, korban sempat diberikan pertolongan pertama, termasuk bantuan oksigen dan tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Namun, nyawa korban tidak tertolong.

“Korban sempat dibawa ke RS Restu Bunda, tetapi setelah pemeriksaan medis dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Polairud Polres Pesawaran, Iptu Jumari mengungkapkan hasil penyelidikan awal menunjukkan korban diduga tetap melakukan snorkeling meski dalam kondisi kurang sehat.

Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan, korban sebelumnya sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya. Bahkan, keluarga telah mengingatkan agar korban tidak melakukan aktivitas wisata bahari tersebut.

“Diduga masker snorkeling korban sempat terlepas saat berada di air. Setelah penanganan di rumah sakit selesai, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Jumari.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas wisata, khususnya yang berisiko seperti snorkeling," lanjutnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya