Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan saham Jumat, (27/3/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?
Berdasarkan catatan Kiwoom Sekuritas Indonesia, IHSG melemah 1,89% ke level 7.164. Mayoritas sektor saham melemah dengan sektor saham energi memimpin koreksi 2,91%. Selain itu, asing mencatatkan net sell di pasar regular dengan jumlah Rp 2 triliun.
Advertisement
Head of Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menuturkan, investor dapat wait and see setelah IHSG kemarin gagal average up disebabkan level resistance pertama 7.300 belum mampu ditembus sehingga konfirmasi IHSG masih dalam fase bottoming.
“Mencermati krisis energi yang mulai nampak serius di beberapa negara Asia yang heavily independent pada supply minyak dari Selat Hormuz, perlu ingatkan IHSG masih sangat rentan kembali ke level support 7.060-7.000 yang jadi batas psikologis terdekat,” ujar dia.
Sementara itu, Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memperkirakan, IHSG berpotensi sideways cenderung melemah. IHSG akan berada di level support 7.075-7.130 dan level resistance 7.200-7.250.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Rekomendasi Teknikal
Trading Idea hari ini: SCMA, EMAS, BBRI, UNTR, INDY, dan AADI
- SCMA Spec Buy dengan area beli di 266-270, cutloss di bawah 264. Target dekat di 274-284.
- EMAS Spec Buy dengan area beli di 8300-8400, cutloss di bawah 8200. Target dekat di 8700-8900.
- BBRI Spec Buy dengan area beli di 3460-3490, cutloss di bawah 3440. Target dekat di 3550-3610.
- UNTR Spec Buy dengan area beli di 30400-30800, cutloss di bawah 30000. Target dekat di 31100-31500.
- INDY Spec Buy dengan area beli di 3110-3170, cutloss di bawah 3100. Target dekat di 3230-3300.
- AADI Buy if Break 11025, dengan target dekat di 11175-11275. Cutloss di bawah 10825.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 26 Maret 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan saham Kamis, (26/3/2026). Analis menilai, koreksi IHSG hari ini didorong sentimen global seiring Iran menolak gencatan senjata yang ditawarkan Amerika Serikat (AS).
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup tergelincir 1,89% ke posisi 7.164,09. Indeks saham LQ45 turun 1,97% ke posisi 731,72. Seluruh indeks saham acuan melemah.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG terkoreksi sepanjang sesi setelah dibuka menguat. Koreksi IHSG itu dinilai dipicu sentimen global. “Kami memperkirakan, pergerakan IHSG dipengaruhi oleh sentimen global di mana Iran menolak adanya gencatan senjata yang ditawarkan Amerika Serikat yang menyebabkan mayoritas brusa Asia bergerak terkoreksi," kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.323,70 dan level terendah 7.162,59. Sebanyak 380 saham memerah sehingga menekan IHSG. 292 saham menguat dan 148 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 1.725.786 kali dengan volume perdagangan saham 31,1 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 32,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.899.
Sektor Saham
Nilai transaksi harian saham cukup besar pada Kamis pekan ini seiring transaksi saham PT FAP Agri Tbk yang mencapai Rp 18,8 triliun di pasar negosiasi. Di pasar negosiasi, transaksi harian saham FAPA naik 6,12% ke posisi Rp 6.500 per saham. Harga saham FAPA berada di level tertinggi Rp 6.550 dan terendah Rp 6.500 per saham. Total frekuensi perdagangan saham FAPA sebanyak dua kali dengan volume perdagangan saham mencapai 28.870.333 saham.
Dari 11 sektor saham, hanya sektor saham transportasi naik 2,96%. Sementara itu, sektor saham energi merosot 2,91%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic melemah 2,27%, sektor saham industri terpangkas 2,79%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,18%.
Kemudian sektor saham consumer siklikal terperosok 2,3%, sektor saham kesehatan melemah 0,76%, sektor saham keuangan turun 0,64%, sektor saham properti tergelincir 0,54%, sektor saham teknologi turun 1,2% dan sektor saham infrastruktur melemah 1,63%.