Liputan6.com, Jakarta - Iran melancarkan serangan baru ke wilayah Israel pada Kamis (26/3/2026) waktu setempat. Serangan dini hari ini membuat sirene peringatan serangan udara di wilayah tengah, Yerusalem, dan sebagian wilayah utara, meraung.
Dilansir Antara dari Anadolu, harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan, rudal terdeteksi dari Iran menuju wilayah Israel tengah dan kawasan Yerusalem.
Advertisement
Sirene peringatan serangan rudal dan roket diaktifkan di seluruh Israel bagian tengah, wilayah Yerusalem, serta di sejumlah bagian wilayah pendudukan Tepi Barat.
Peringatan tambahan juga terdengar di wilayah utara, termasuk kota Ortal dan Ein Zivan di Dataran Tinggi Golan, serta di komunitas Gonen, Lehavot HaBashan, dan Shamir di wilayah Galilea Panhandle.
Dilaporkan pula, sejumlah orang mengalami luka-luka dan sebuah bangunan mengalami kerusakan akibat jatuhnya proyektil di wilayah Kafr Qasim, Israel bagian tengah.
Dua hari lalu, rudal Iran juga berhasil menembus jantung Israel. Selasa (24/3/2026) pagi waktu setempatm bangunan di ibu kota Tel Avivporak poranda dihantam rudal Iran.
Insiden tersebut memicu respons cepat dari pasukan keamanan dan tim penyelamat di sejumlah titik, termasuk di Tel Aviv yang menjadi salah satu lokasi terdampak.
Jantung Israel Tel Avib Porak Poranda
Laporan media setempat menyebutkan sebuah amunisi dengan muatan sekitar 100 kilogram bahan peledak menghantam pusat kota. Akibatnya, kerusakan signifikan pada bangunan dan kendaraan. Ledakan terdengar di berbagai wilayah Tel Aviv seiring laporan militer Israel mengenai gelombang serangan rudal yang datang dari Iran.
Empat lokasi yang terdampak telah diidentifikasi di seluruh kota, dengan 6 orang mengalami luka ringan. Disampaikan juru bicara layanan medis darurat, bencana, dan ambulans nasional Israel, atau Magen David Adom (MDA), Zaki Heller.
Rekaman video yang beredar menunjukkan kerusakan parah di sebagian Tel Aviv akibat rudal Iran. Petugas darurat dan polisi berkumpul di jalan yang ramai dan dipenuhi puing-puing, dengan beberapa mobil rusak parah - satu terbalik dan yang lainnya hancur berantakan.
Sirene peringatan serangan udara sempat berbunyi di sejumlah wilayah Israel. Sistem pertahanan udara melakukan pencegatan, yang turut menimbulkan ledakan di udara. Di wilayah utara, sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat puing-puing hasil pencegatan.
Serangan ini terjadi di tengah dinamika politik yang memanas, menyusul klaim dari Donald Trump terkait kemungkinan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik, yang kemudian dibantah oleh pihak Teheran.
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Agresi militer AS-Israel itu sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Teheran membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan balasan Iran itu menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.