Twitter Tambahkan Bahasa Arab Dalam Fitur Auto Translate

Twitter mencoba fitur penerjemahnya untuk menginformasikan proses peralihan kekuasaan yang sedang terjadi di Mesir

oleh Ervina AnggrainiDiterbitkan 04 Juli 2013, 17:55 WIB

Tak mau tertinggal dan tersaingi dengan kompetitor yang merilis layanan serupa dengan dukungan fitur unggulan membuat Twitter terus berbenah. Beberapa hari yang lalu diketahui Twitter mulai menghadirkan fitur auto translate pada 'kicauan' penggunanya.

Meskipun disebutkan hasil penerjemahan bahasa masih kurang akurat, namun Twitter terus melakukan uji coba fitur barunya itu. Kini bersamaan dengan momentun konflik politik Mesir, Twitter mencoba fitur penerjemahnya untuk menginformasikan proses peralihan kekuasaan yang sedang terjadi di Mesir tersebut.

"Sebagai bagian dari proses ujicoba kami menyertakan penerjemah bahasa Arab untuk menginformasikan proses pemilu sehingga semua orang di seluruh dunia mengetahui kondisi politik disana," ujar salah seorang pihak Twitter seperti dilansir laman AllThingsD, Kamis (4/7/2013).

Sejumlah tokoh politik yang terlibat dalam proses pemilu banyak 'berkicau' dalam bahasa Arab sehingga rasanya sulit bagi orang yang tidak memahami bahasa tersebut mengatuhi perkembangan disana. Pada Selasa kemarin misalnya, Morsi mengeluarkan pernyataan yang menantang oposisi dalam bahasa Arab di akun Twitter pribadinya.

Pada proses pemilihan presiden beberapa waktu, Mohammed Morsi berhasil mengungguli rivalnya. Tapi kemudian Morsi digulingkan dalam kudeta yang dilakukan Angkatan Bersenjata Mesir. Ketua Mahkamah Konstitusi, Adli Mansour, dipiilih sebagai presiden sementara Mesir hingga proses pemilihan umum berikutnya dilakukan untuk memilih Presiden Mesir baru.

(vin)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya