IHSG Besok 27 Maret 2026: Uji Level Psikologis 7.400 di Tengah Sentimen Disiplin Fiskal

Pengamat pasar modal proyeksikan IHSG berpotensi lanjut menguat ke level 7.339 hingga 7.400 pada perdagangan Jumat (27/3/2026).

oleh Tira SantiaDiterbitkan 26 Maret 2026, 12:15 WIB
Ada sebanyak 190 saham menghijau sehingga mendukung penguatan ke level 4.483,45.

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan akhir pekan, Jumat (27/3/2026). Setelah sempat mengalami volatilitas pasca-libur Lebaran, indeks kini membidik level psikologis baru di angka 7.400 sebagai target penguatan jangka pendek.

Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana, memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan untuk perdagangan besok Jumat (27/3/2026) kisaran 7.339 serta resistance psikologis di level 7.400.

"Untuk perdagangan besok (Jumat, 27 Maret 2026) secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji area MA10 di kisaran 7.339 serta resistance psikologis di level 7.400," kata Hendra kepada Liputan6.com, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, jika IHSG mampu menembus area tersebut dengan volume yang meningkat, maka ada peluang IHSG bergerak menuju area 7.450–7.500 dalam jangka pendek. Namun, jika gagal menembus 7.400, maka IHSG berpotensi bergerak konsolidasi terlebih dahulu di kisaran 7.200–7.400.

Hendra mengatakan, optimisme penguatan ini menyusul penguatan IHSG sebesar 2,75% ke level 7.302 pasca libur lebaran Kamis (26/3/2026). Hal ini menunjukkan bahwa pasar domestik mulai merespons kombinasi sentimen global dan domestik yang relatif kondusif.

D isisi lain, bursa Asia yang mayoritas menguat menjadi katalis positif, ditambah dengan masih masuknya dana asing meskipun dalam jumlah yang belum terlalu besar.

Sementara dari sisi domestik, wacana pemangkasan anggaran MBG menjadi sentimen positif bagi pasar karena memberikan sinyal bahwa pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal sehingga kekhawatiran terhadap pelebaran defisit APBN bisa sedikit mereda.

"Bagi investor, stabilitas fiskal sangat penting karena akan menjaga stabilitas rupiah, imbal hasil obligasi, serta menjaga rating kredit Indonesia tetap stabil, sehingga pada akhirnya mendukung iklim investasi di pasar saham," ujarnya.

 

Sentimen Pengaruhi IHSG

Pada pembukaan pasar usai libur Lebaran 2025, pada Selasa (8/4/2025), saham-saham Indonesia merosot lebih dari sembilan persen ke level 5.912. (BAY ISMOYO/AFP)

Namun demikian, kata Hendra di tengah penguatan IHSG, nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp 16.900 per dolar AS menunjukkan bahwa tekanan eksternal masih belum sepenuhnya hilang.

Disisi lain, kenaikan harga emas dan penurunan harga minyak dunia juga mencerminkan bahwa pasar global masih berada dalam fase risk on yang belum sepenuhnya kuat, sehingga aliran dana asing ke emerging market seperti Indonesia masih cenderung selektif.

"Oleh karena itu, pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan dana asing dan nilai tukar rupiah," ujarnya.

 

IHSG Hari ini 26 Maret 2026

Kinerja saham emiten bank jumbo seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kompak ambrol. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan Kamis, (26/3/2026). namun tak lama kemudian mengalami tekanan dan turun ke zona merah.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik ke 7.313,66 dari penutupan sebelumnya di angka 7.302,12.

Pada pukul 09.30 WIB, IHSG mengalami tekanan dengan turun 0,21% atau 18 poin ke level ke 7.286,86. Indeks saham LQ45 juga melemah 0,30% ke 743,93.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya