Waspada Macet, Bakal Ada Dua Gelombang Puncak Arus Balik dari Sumatera ke Jawa

28 hingga 33 kapal dioperasikaan per hari untuk mengantisipasi lonjakan arus balik.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 25 Maret 2026, 13:51 WIB
Antrean masuk kendaraan pemudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, akan terjadi dalam dua gelombang.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, lonjakan arus balik diperkirakan terjadi bertahap. Puncak pertama pada Selasa (24/3/2026), lalu diprediksi meningkat pada akhir pekan, yakni Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3).

“Dengan proyeksi tersebut, kami mengimbau masyarakat mengatur waktu perjalanan dan menghindari periode puncak untuk meminimalisasi antrean kendaraan di pelabuhan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Data Posko ASDP mencatat, pada H+1 Lebaran atau 23 Maret 2026, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 91.657 orang. Angka itu melonjak 58,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 57.801 orang.

"Lonjakan juga terjadi pada kendaraan. Tercatat 25.332 unit menyeberang, naik 70,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 14.866 unit," sebutnya.

Sementara hingga H+2 atau 24 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang yang telah menyeberang mencapai 50.631 orang, meningkat 53,5 persen dibandingkan tahun lalu. Adapun kendaraan tercatat 12.654 unit atau naik 48,1 persen.

Secara kumulatif hingga H+2, total pergerakan arus balik mencapai 142.288 penumpang dan 37.634 kendaraan, atau sekitar 15 persen dari total trafik arus mudik tahun ini.

General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyebutkan pihaknya mengoperasikan 28 hingga 33 kapal per hari untuk mengantisipasi lonjakan arus balik.

"Selain itu, kami juga menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) guna mempercepat rotasi kapal dan menjaga kelancaran arus kendaraan di pelabuhan," katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh pengguna jasa untuk membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy, karena tidak ada penjualan tiket secara langsung di pelabuhan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya