Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria berinisial RR (29) dikeroyok hingga tewas karena kurang bayar minuman keras (miras). Peristiwa ini terjadi di lapak jamu Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, berakhir dengan tragedi berdarah.
Korban awalnya datang untuk membeli miras oplosan terlibat cekcok mulut dengan pelaku atau penjual miras di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan kepolisian, keributan tersebut dipicu karena korban kurang bayar.
Advertisement
"Korban sempat marah-marah, lalu diduga terjadi pengeroyokan oleh salah satu terduga pelaku," ungkap Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli, Rabu (25/3/2026).
Dalam keributan tersebut, RR diserang secara membabi buta menggunakan senjata tajam. Korban ditemukan tergeletak dalam kondisi kritis dengan luka tusuk menganga di bagian perut sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas Polsek Baros ke RSUD R Syamsudin SH.
Humas RSUD R Syamsudin SH, Irfanugraha menjelaskan bahwa korban tiba di rumah sakit sekira pukul 23.00 WIB dengan kondisi syok berat akibat perdarahan hebat.
"Pasien datang dalam kondisi sakit berat, kesadaran menurun, dan terdapat luka serius. Ada beberapa perlukaan terutama di perut hingga ususnya terburai keluar, lainnya di dada kiri dan pelipis," jelas Irfanugraha.
Meski tim medis telah berupaya melakukan tindakan darurat mulai dari pemasangan ventilator hingga stabilisasi luka, nyawa RR tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat naik ke meja operasi.
Polisi Buru Pelaku
Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri sesaat setelah kejadian. Area di sekitar lapak jamu tersebut telah diperiksa untuk pengumpulan barang bukti.
"Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memburu pelaku dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian," tambah Ade Ruli.
Sejumlah saksi, termasuk pemilik warung di sekitar lokasi, telah dimintai keterangan untuk mengungkap motif pasti di balik aksi pengeroyokan brutal tersebut.