Hari Air Sedunia: Pertamina Hadirkan Akses Air Bersih dari Papua hingga Wilayah Bencana di Sumatra

Program air bersih Pertamina di Papua hingga wilayah bencana Sumatra membantu ribuan warga mendapatkan akses air layak sekaligus mendukung target SDGs.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 25 Maret 2026, 12:20 WIB
Foto dok. Pertamina

Liputan6.com, Jakarta - Selama bertahun-tahun, warga Kampung Tambat di Merauke, Papua, harus bertahan dengan kondisi air yang jauh dari kata layak. Ketika hujan tidak turun, masyarakat terpaksa menggunakan air dari sumur manual yang mengandung belerang. Situasi tersebut membuat mereka berada dalam dilema antara memenuhi kebutuhan air atau menghadapi risiko kesehatan.

Kepala Kampung Tambat, Samuel Heremba, masih mengingat kondisi sulit yang dialami warganya pada masa itu.

"Dulu kami sangat mengandalkan tampungan air hujan. Ada sumur, tapi airnya mengandung belerang, kurang aman untuk digunakan," tuturnya.

Kini kondisi tersebut mulai berubah. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Pertamina (Persero) membangun sistem sumur bor yang dilengkapi reservoir penampungan serta fasilitas penyaringan air. Kehadiran fasilitas ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Bahkan sebelum seremoni peresmian dilakukan, warga sudah datang membawa jerigen untuk mengambil air bersih.

“Kini masyarakat tidak lagi khawatir terhadap kandungan belerang atau kesulitan air saat musim kemarau. Airnya sudah jauh lebih bersih dan penampungannya sangat cukup,” ujar Samuel.

Akses Air Bersih untuk Warga Papua

Foto dok. Pertamina

Memperingati Hari Air Sedunia, 22 Maret 2026, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan Pertamina pada awal tahun 2026 ini telah membangun 7 titik sumur bor yang dilengkapi fasilitas filter dan pipa aliran di Merauke serta Jayapura. Fasilitas ini kini melayani 4.585 jiwa yang sebelumnya kesulitan mengakses air layak konsumsi.

“Bagi Pertamina, inisiatif air bersih ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya menjaga martabat kemanusiaan di wilayah yang paling membutuhkan. Program ini menjadi jembatan harapan agar warga di pelosok Papua hingga penyintas bencana di Sumatra bisa mulai menata hidup kembali dengan layak,” tegas Baron.

Bantuan Air Bersih untuk Penyintas Bencana di Sumatra

Foto dok. Pertamina

Kisah serupa, namun dalam balutan duka yang berbeda, dirasakan para penyintas bencana di Sumatra. Di sana, banjir dan lumpur sempat merenggut akses air bersih, menyisakan keputusasaan bagi warga seperti Putera. Ia menggambarkan kondisi air yang terpaksa disaring dari parit sebagai "air cappuccino" karena warnanya yang cokelat pekat.

Merespons kondisi darurat tersebut, Pertamina bergerak cepat membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga yang terdampak, serta menyalurkan 5 juta liter air melalui truk tangki. Langkah ini menjadi napas baru bagi lebih dari 17.000 jiwa penerima manfaat di wilayah bencana.

"Sangat membantu sekali air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Begitu bantuan air ini masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, kami benar-benar terbantu," ungkap Yanti, salah seorang penyintas bencana Sumatra.

Program penyediaan fasilitas air bersih ini merupakan langkah nyata Pertamina dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokus utamanya tertuju pada SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), yang diperkuat dengan kontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan kekeringan.

Bagi warga di Merauke, Jayapura, maupun para penyintas di Sumatra, setiap tetes air jernih yang mengalir adalah bukti nyata bahwa kepedulian Pertamina hadir melayani dengan sepenuh hati, tepat hingga ke depan pintu rumah mereka.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya