Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas masyarakat di Jakarta kembali meningkat setelah libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah berakhir. Kondisi ini terlihat dari pergerakan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama yang mulai ramai, baik di jalan arteri maupun jalan tol.
Berdasarkan pantauan kepolisian melalui Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Rabu (25/3/2026), arus kendaraan di beberapa titik terpantau mengalami peningkatan, meski masih dalam kondisi relatif lancar di sebagian wilayah.
Advertisement
Di kawasan pusat kota, arus lalu lintas di sekitar Bundaran Senayan menuju Semanggi terpantau padat namun tetap bergerak normal. "Situasi arus lalu lintas di Traffic light Bundaran Senayan menuju arah Semanggi terpantau ramai lancar," tulis TMC Polda Metro Jaya melalui akun media sosialnya, @TMCPoldaMetro.
Sementara itu, kepadatan kendaraan mulai terlihat di sejumlah ruas tol, terutama pada jam-jam sibuk.
“Situasi arus lalu lintas di Ruas Tol Jakarta-Tangerang KM 07+200 Meruya arah Tomang terpantau padat.”
Untuk ruas Tol Jagorawi, arus lalu lintas dilaporkan masih relatif terkendali di kedua arah. “Situasi arus di Ruas Tol Jagorawi KM 05+500 terpantau ramai lancar di kedua arah.”
Kondisi kepadatan juga terpantau di akses keluar masuk tol, salah satunya di Gerbang Tol Halim. “Situasi arus lalu lintas di Gerbang Tol Halim 2 terpantau padat.”
Sementara itu, di jalan arteri lainnya seperti Jalan Pangeran Antasari, arus kendaraan terpantau ramai namun tetap mengalir.
“Situasi arus lalu lintas di Ruas Jl. Pangeran Antasari dari arah Cilandak menuju Blok M terpantau ramai lancar.”
Pengguna Jalan Tetap Patuhi Aturan Lalu Lintas
Peningkatan volume kendaraan ini seiring dengan dimulainya kembali aktivitas perkantoran, bisnis, serta kegiatan masyarakat lainnya setelah masa libur Lebaran.
Kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara, terutama di tengah meningkatnya mobilitas di wilayah ibu kota.
One Way Nasional Jika Terjadi Arus Balik Sangat Padat
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan puncak arus balik angkutan darat diprediksi terjadi pada 24–25 Maret dan kembali meningkat pada 28–29 Maret.
Menurutnya, gelombang pertama dipicu oleh pemudik yang mengejar jadwal masuk kerja, sedangkan gelombang berikutnya berasal dari masyarakat yang memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA). Pemerintah, kata Dudy, telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kepadatan, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) nasional.
"Jadi harapan kita tadi, seperti memberlakukan one way nasional itu untuk membantu para masyarakat yang melakukan arus balik bisa dengan lancar dan yang paling penting adalah selamat sampai dengan tujuan," kata Dudy.
Ia menambahkan, kebijakan one way nasional akan kembali diberlakukan apabila terjadi peningkatan kepadatan signifikan di jalur utama.
Selain itu, pemerintah juga mewaspadai titik-titik rawan seperti rest area dengan menerapkan sistem buka tutup serta pembatasan operasional kendaraan berat sumbu tiga.
Dudy menyebut sebagian masyarakat telah memanfaatkan kebijakan WFA, sehingga arus balik menjadi lebih tersebar dan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.
Hal ini, lanjutnya, terlihat dari kondisi lalu lintas di jalan tol yang relatif terkendali dengan pergerakan kendaraan yang lebih merata.