Wisatawan Kaget Jadi Korban Diduga Getok Harga, Ditagih Rp 3,8 Juta untuk Seekor Ikan

Wisatawan itu mengaku diberikan ikan yang rasanya kurang enak, namun dengan harga lebih mahal.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 25 Maret 2026, 07:00 WIB
Ilustrasi Ikan Kukus/Photo by jcomp on Freepik

Liputan6.com, Jakarta - Sekelompok 13 wisatawan Singapura dan China tidak menduga bahwa momen makan malam di sebuah restoran di Genting Highlands, Pahang, Malaysia, bakal jadi pengalaman kurang mengenakkan. Pasalnya, mereka diduga jadi korban getok harga.

Melansir AsiaOne, Selasa, 24 Maret 2026, kontributor Stomp, Jimmy, mengunjungi Restoran Loong Kee di Gohtong Jaya bersama teman-temannya pada 16 Maret 2026. "Sepuluh dari kami adalah warga senior Singapura," katanya. "Kami sangat terkejut ketika melihat harga ikan patin sungai yang kami pesan adalah 902 ringgit (sekitar Rp 3,8 juta)."

Jimmy membagikan foto tagihan, yang mencantumkan "ikan patin sungai" dua kali. "Ikan tersebut ditagih dalam dua bagian dan dalam porsi terpisah pada tagihan sebesar 479,96 ringgit (sekitar Rp 2 juta) dan 422,50 ringgit (sekitar Rp 1,8 juta)," jelasnya.

Total tagihan untuk seluruh makanannya adalah 1.762 ringgit (sekitar Rp 7,5 juta). "Kami protes, tapi sia-sia karena kami menyadari bahwa kami tidak memiliki dasar hukum setelah gagal mempertanyakan harga dan beratnya terlebih dahulu. Kami diberitahu bahwa ikan itu beratnya 2,7 kg dan dijual seharga 338 ringgit (sekitar Rp 1,4 juta) per kg," cerita Jimmy.

"Restoran itu juga memberi tahu kami bahwa ikan patin sungai adalah ikan eksotis, lebih baik daripada ikan soon hock sungai yang mereka tawarkan seharga 228 ringgit (sekitar Rp 977 ribu) per kg. Kami tidak pernah menyangka bahwa ikan patin yang ekonomis bisa dijual dengan harga yang sangat mahal, jauh lebih mahal daripada ikan soon hock yang bagus."

Olahan Ikan Patin

Ilustrasi ikan patin. (Foto: Gemini)

Ikan patin, juga dikenal sebagai ikan lele perak, adalah ikan yang lembut dan berlemak dengan rasa creamy yang kuat, sedangkan ikan soon hock, juga dikenal sebagai ikan gobi marmer, adalah ikan putih yang padat dan berserat dengan rasa manis yang lembut, dan umumnya dianggap lebih premium daripada ikan patin.

Jimmy menyesalkan bahwa ikan patin rasanya hanya "biasa saja" dan ia lebih menyukai ikan soon hock yang ia lihat diiklankan di akuarium restoran. Ia berkata, "Kami belajar pelajaran berharga untuk tidak lengah saat memesan makanan laut di luar Singapura. Kami berharap pengunjung lain di wilayah Genting dapat waspada terhadap jebakan seperti ini."

Menanggapi pertanyaan dari Stomp, juru bicara Restoran Loong Kee mengatakan bahwa restoran tersebut segera melakukan investigasi internal menyeluruh setelah adanya keluhan mengenai tagihan yang disampaikan oleh pelanggan.

Kata Pihak Restoran

Ilustrasi ikan patin. (Foto: Gemini)

"Berdasarkan catatan kami, staf kami mengikuti prosedur pemesanan standar dengan menjelaskan harga dan berat ikan pada pelanggan. Selama proses pemesanan juga telah dikomunikasikan bahwa ikan yang dipilih relatif besar dan akan dipotong-potong sebelum dimasak," kata juru bicara tersebut.

Biasanya, untuk 12 hingga 13 orang, ikan yang disajikan beratnya antara 1,5 kg hingga 1,8 kg. "Meski demikian, kami mengakui bahwa ada ruang untuk perbaikan dalam cara penyampaian ukuran porsi dalam hal ini, karena mungkin tidak memberi kejelasan dan jaminan yang cukup pada pelanggan," tambah juru bicara tersebut.

"Kami memahami bahwa kebingungan atau kekhawatiran apa pun terkait tagihan dapat memengaruhi pengalaman bersantap secara keseluruhan, dan kami sangat menyesalkan ketidaknyamanan atau kesulitan yang ditimbulkan."

Bukan Kali Pertama

Ikan Patin/Gemini AI

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa Restoran Loong Kee menanggapi masalah ini dengan serius dan telah melakukan tinjauan internal, "dengan langkah-langkah lebih lanjut untuk meningkatkan pelatihan staf dan memperkuat protokol komunikasi layanan."

Kasus diduga getok harga, sayangnya, telah dilaporkan dari waktu ke waktu. Umumnya memang terjadi di musim liburan, namun tidak jarang dilaporkan di hari-hari biasa.

Pada 2023, sebuah warung makan di Sabah, Malaysia, jadi viral setelah menagih pelanggannya sebesar 50 ringgit (sekitar Rp167 ribu) untuk sepotong cumi, sehingga total harga satu piring lauk itu dengan nasi: 75 ringgit (sekitar Rp250 ribu).

Melansir World of Buzz, 25 Desember 2023, atas kejadian itu, pemilik warung yang dimaksud meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, tapi di saat yang sama, ia juga memberi beberapa penjelasan. "Harga selalu ditampilkan, dan Anda tidak wajib membelinya jika dianggap terlalu mahal," sebut dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya