Mualem Tegaskan Posisi Ketua DPRA Tetap, Isu Pergantian Terjawab

Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf alias Mualem menegaskan Zulfadhli tetap menjabat sebagai Ketua DPRA hingga 2029.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 23 Maret 2026, 22:10 WIB
Di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Minggu 17 Agustus 2025, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) memimpin upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Liputan6.com, Aceh Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan, sejauh ini tak ada pergantian posisi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) hingga akhir masa jabatan 2029.

Adapun diketahui Ketua DPRA kini dijabat oleh Zulfadhli alias Abang Samalanga.

Penegasan Mualem ini disampaikan di tengah adanya kabar isu mosi tidak percaya kepada sosok Zulfadhli.

"Zulfadhli merupakan kader terbaik Partai Aceh yang dipercaya oleh partai sebagai Ketua DPRA," kata Mualem seperti dilansir dari Antara, Senin (23/3/2026).

Dia pun meminta seluruh kader Partai Aceh dan partai koalisi untuk mendukung kepemimpinan Zulfadhli di Parlemen Aceh. Menurut Mualem, sejauh ini hubungan antara legislatif dan eksekutif berjalan dengan baik, di mana DPRA bisa mendukung program dan kerja pemerintah Aceh.

Karena itu, menurutnya, penting kader Partai Aceh untuk menjaga soliditas dan mendukung seluruh kerja-kerja lembaga legislatif dalam menjalankan peran dan fungsi sebagaimana undang-undang.

 

Aceh Butuh Persatuan dan Stabilitas Politik

Mualem menegaskan, Aceh saat ini membutuhkan persatuan dan stabilitas politik. Sinergisitas seluruh elemen, terutama lembaga legislatif dan eksekutif, penting untuk menyukseskan visi dan misi Mualem yang dia janjikan pada masa kampanye. 

"Semua pihak harus serempak dan seirama dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat," jelas dia.

Selain itu, Mualem juga meminta kader partai tidak melakukan manuver politik di DPRA. Sebaliknya, harus menyalurkan energi politik untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Aceh.

Ia menegaskan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan pemerintah Aceh dan DPRA Tugas-tugas itu tidak akan tuntas jika energi politik dihabiskan untuk manuver yang tidak substantif.

"Mari kita salurkan seluruh potensi energi politik yang kita miliki untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Aceh," kata Mualem.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya