INPP Catat Kenaikan Pendapatan 32,9% Jadi Rp 1,74 Triliun

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mencetak pertumbuhan pendapatan neto sebesar 32,9% YoY menjadi Rp 1,74 triliun sepanjang 2025.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 24 Maret 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi apartemen

Liputan6.com, Jakarta - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia, perusahaan yang bergerak di sektor perhotelan, komersial, dan penjualan properti dengan portofolio ikonik, mencatat kinerja solid sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp 1,74 triliun atau tumbuh 32,9% secara tahunan (YoY).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh berlanjutnya proses serah terima apartemen Antasari Place, kontribusi ekspansi 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada pertengahan 2025, serta peluncuran Citadines pada September 2025 yang memperkuat porsi pendapatan berulang (recurring income).

Capaian ini menandai tren kenaikan pendapatan yang konsisten dalam lima tahun terakhir, menunjukkan ketahanan bisnis Perseroan di berbagai kondisi ekonomi.

Di sisi lain, meski laba bersih tertekan akibat penyesuaian non-kas, INPP berhasil memperkuat likuiditas dengan peningkatan signifikan pada posisi kas guna mendukung fase ekspansi berikutnya.

“Kami bersyukur dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten selama lima tahun berturut-turut sambil melipatgandakan cadangan kas, INPP kini siap tumbuh secara konservatif di tengah situasi yang penuh tantangan ini,” ujar Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo dalam keterangan resmi, dikutip, Selasa (24/3/2026).

 

 

Likuiditas Kuat dan Struktur Modal Terjaga

Sheraton Bali Kuta Resort, Properti garapan PT Indonesia Paradise Propety Tbk (INPP). (Foto: theparadise-group.com)

Hingga 31 Desember 2025, kas dan setara kas Paradise Indonesia meningkat 113,3% menjadi Rp771,39 miliar. Lonjakan ini didukung oleh langkah strategis, termasuk penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar serta masuknya mitra strategis pada salah satu aset Perseroan.

Upaya tersebut mencerminkan strategi perusahaan dalam mengoptimalkan struktur permodalan dan pengelolaan aset. Struktur modal INPP juga tetap solid dengan rasio Net Debt to Equity (Net DER) yang rendah di level 0,21x, memberikan fleksibilitas untuk pendanaan ke depan.

 

Fokus Perkuat Arus Kas dan Ekspansi

Salah satu proyek PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP). (theparadise-group.com)

Keberhasilan menjaga rasio leverage yang rendah menunjukkan disiplin Perseroan dalam alokasi modal. Saat ini, sekitar 70% pendapatan INPP berasal dari recurring income, yang memberikan stabilitas dan prediktabilitas arus kas. Dana tersebut kemudian dialokasikan kembali untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru.

Pada kuartal II tahun ini, Perseroan berencana mengoperasikan 23 Semarang Shopping Center di Semarang, Jawa Tengah, guna memperkuat segmen komersial. Selain itu, INPP juga tengah mengembangkan Fase 1 88 Plaza di Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

Dari sisi kontribusi, segmen perhotelan menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 36% terhadap total pendapatan. Segmen komersial menyumbang 34%, sementara penjualan properti berkontribusi 30%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya