Liputan6.com, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pada sisi pendapatan maupun laba bersih.
Melansir laporan keuangan perseroan, Senin (23/3/2026) laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 11,12% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 2,47 triliun.
Advertisement
Dari sisi top line, pendapatan AKRA tercatat mencapai Rp 46,02 triliun atau tumbuh 18,82% YoY dibandingkan Rp 38,73 triliun pada periode sebelumnya.
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan berasal dari segmen perdagangan dan distribusi yang menyumbang sekitar 89% dari total, dengan pertumbuhan 16,27% YoY menjadi Rp 41,31 triliun.
Segmen ini ditopang oleh penjualan bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 34,01 triliun, serta kimia dasar dan lainnya yang mencapai Rp 7,3 triliun, masing-masing mencatatkan kenaikan 17,56% YoY dan 10,65% YoY.
JIIPE Jadi Pendorong Utama
Di sisi lain, segmen pabrikan mencatatkan pendapatan Rp 464,36 miliar atau turun 28,75% YoY. Sementara itu, segmen jasa logistik tumbuh signifikan 30,5% YoY menjadi Rp 1,41 triliun.
Kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan dengan lonjakan pendapatan sebesar 113% YoY menjadi Rp 2,55 triliun.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan meningkat 18,92% YoY menjadi Rp 45,73 triliun, sedangkan pendapatan sewa tercatat naik 4,98% YoY menjadi Rp 285,93 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 36,56 triliun atau naik 10,43% YoY. Sementara itu, liabilitas meningkat 13,35% YoY menjadi Rp 20,95 triliun.