Chelsea Hancur di Markas Everton, Liam Rosenior Akui The Blues Layak Kalah

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengakui timnya layak kalah 3-0 dari Everton di pekan ke-31 Premier League. Faktor blunder dan atmosfer stadion menjadi penyebab

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 22 Maret 2026, 17:42 WIB
Di sisi lain, kondisi Chelsea semakin tertekan. Setelah tersingkir dari Liga Champions pada pertengahan pekan, kekalahan ini makin memperkecil kans mereka untuk mengamankan tiket ke kompetisi elite Eropa musim depan. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Manajer Chelsea, Liam Rosenior, enggan mencari alasan atau pembenaran setelah timnya dipaksa bertekuk lutut oleh Everton.

Ia secara ksatria mengakui bahwa The Blues memang pantas mendapatkan hasil negatif dalam pertandingan tersebut.

Skuad Chelsea baru saja melakoni laga tandang ke Merseyside pada dini hari tadi.

Mereka menantang tuan rumah Everton dalam lanjutan kompetisi Premier League musim 2025/2026 pekan ke-31.

Kekalahan ini menjadi hasil buruk beruntun bagi Chelsea setelah sebelumnya mereka juga tumbang dari PSG di tengah pekan.

Tidak main-main, The Blues harus menyerah dengan skor telak 3-0 saat berlaga di Hill Dickinson Stadium.

Kemenangan meyakinkan Everton tersebut dipastikan melalui sepasang gol dari Beto dan satu gol tambahan dari Iliman Ndiaye.

Rosenior menegaskan bahwa kekalahan ini berawal dari kesalahan fatal yang dilakukan oleh para pemainnya sendiri.

"Saat Anda mencetak gol, hal itu akan memberikan energi tambahan bagi tim," ujar Rosenior saat berbicara kepada Sky Sports.

Ia menyesalkan karena di pertandingan tersebut Chelsea justru memberikan dua gol secara cuma-cuma kepada kubu lawan.


Terus Menerus Terjadi

Jordan Pickford melakukan sejummlah aksi heroik di bawah mistar gawang yang membuat Everton tetap Clean sheet. (AP Photo/Jon Super)

Menurut analisis Rosenior, buruknya koordinasi pertahanan Chelsea membuat Everton mampu menyarangkan bola ke gawang dengan sangat mudah.

Kondisi ini membuat sang manajer merasa sangat resah karena kesalahan serupa terus terulang kembali.

Ia mendesak agar skuat asuhannya segera melakukan pembenahan besar-besaran dalam waktu singkat.

"Kami mengawali laga dengan performa yang kurang meyakinkan sejak menit pertama," keluh pelatih asal Inggris tersebut.

Setelah melewati 10 atau 15 menit awal, timnya justru melakukan kesalahan yang berujung gol mudah bagi Everton.

Meskipun setelah itu mereka sempat mencoba bangkit, Rosenior merasa pola kegagalan ini selalu terulang di setiap minggunya.


Faktor Atmosfer Laga Jadi Pembeda

Kiper Everton, Jordan Pickford, berebut bola dengan pemain Chelsea, Joao Pedro, pada lanjutan Liga Inggris di Hill Dickinson Stadium, Minggu (22/3/2026). (AP Photo/Jon Super)

Selain masalah teknis, Rosenior juga menyoroti kondisi psikologis para pemain Chelsea saat tampil di kandang lawan.

Ia menilai para pemainnya tampak kesulitan menghadapi tekanan mental saat bermain di Hill Dickinson Stadium dini hari tadi.

Atmosfer luar biasa yang diciptakan oleh para pendukung Everton dianggap menjadi pembeda besar dalam laga ini.

Dukungan masif dari suporter tuan rumah dinilai berhasil meruntuhkan kepercayaan diri para pemain The Blues.

"Suasana di dalam stadion memberikan suntikan energi yang besar bagi tim lawan kami," jelas sang manajer.

Hal tersebut membuat Everton tampil lebih percaya diri, sementara Chelsea justru gagal menunjukkan performa terbaik mereka.

"Pada akhirnya, Everton memang sangat layak mendapatkan kemenangan ini," tutup Rosenior dengan penuh rasa kecewa.

Ia menekankan bahwa timnya harus segera berbenah dengan sangat cepat agar tidak terus terpuruk.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya