Liputan6.com, Jakarta - Seorang model bernama Gemma Kingsley (50) menipu sejumlah pria selama empat tahun. Ibu empat anak itu merangkai 'jaringan kebohongan' dengan modus asmara hingga berhasil menghabiskan puluhan ribu dolaruntuk membiayai gaya hidupnya yang mewah.
Kingsley disebut mengklaim akan mewarisi kekayaan besar untuk memperdaya calon korbannya. Ia juga menekan para korban untuk menghabiskan sejumlah besar uang atas namanya, termasuk untuk rencana pernikahan. Di kesempatan berbeda, ia mencuri atau menggunakan detail kartu bank palsu untuk membayar ribuan dolar demi menginap di hotel.
Advertisement
Kingsley, yang berasal dari desa kecil Beadnell di timur laut Inggris, mengaku bersalah dalam sidang di Pengadilan Mahkota Swindon bulan lalu dan akan dijatuhi hukuman pada 25 Maret 2026. Ia mengakui enam dakwaan pencurian, empat dakwaan penipuan dengan representasi palsu, dua dakwaan menggunakan instrumen palsu dengan maksud agar diterima sebagai asli, dan satu dakwaan memiliki barang untuk digunakan dalam penipuan.
Dikutip dari news.com.au, Minggu (22/3/2026), salah satu korban yang ingin tetap anonim, mengatakan kepada Daily Mail, "Ini bukan wanita pirang seksi berhak tinggi yang telah menipu beberapa pria, sama sekali bukan. Ini adalah seorang wanita yang pandai berbicara, berpendidikan, tidak jelek, dan menggunakan cara-cara rumit untuk menipu orang dan mendapatkan kepercayaan mereka."
Pihak berwenang pertama kali mendapat informasi tentang Kingsley pada 2019, setelah menerima laporan bahwa ia telah menggunakan detail rekening bank teman ibunya secara curang untuk membayar penginapan di sebuah rumah mewah bernama Cromhall Farm, dekat Chippenham di barat laut Inggris. Investigasi pun diluncurkan dan pihak berwenang lainnya juga menyampaikan informasi tentang investigasi yang sedang berlangsung terhadap Kingsley.
Modus Penipuan Si Model
Salah satu kasus tersebut adalah penipuan asmara yang terjadi pada 2016. Polisi menemukan bahwa antara Januari 2016 hingga Januari 2018, Kingsley menjalin hubungan dengan korban.
Ia memberi tahu korban bahwa ia akan menerima warisan jutaan dolar, dengan menunjukkan surat-surat palsu dari para profesional sebagai bukti. Korban menghabiskan puluhan ribu dolar untuk perabot rumah baru, tagihan dokter gigi, utang-utangnya, dan pembayaran untuk pernikahan yang tidak jadi dilaksanakan, dengan asumsi bahwa korban akan mendapatkan uang tersebut kembali melalui warisan.
Ia juga berulang kali menggunakan kartu bank korban untuk mencuri uang dan membuka rekening taruhan atas nama korban. Ia lalu memasukkan sejumlah besar uang korban ke dalam rekening tersebut yang kemudian hilang karena berjudi.
Setelah hubungan itu berakhir pada 2018, tahun berikutnya ia memulai hubungan dengan korban lain, sekali lagi menyesatkannya dengan membuatnya percaya bahwa ia akan mewarisi kekayaan besar. Akibatnya, pria itu membantunya dengan uang muka yang signifikan untuk sebuah Land Rover dan Porsche, serta biaya menginap di hotel mahal yang tidak mampu mereka bayar. Korban juga menumpuk utang besar karena Kingsley menggunakan kartu bank pria itu.
Rentetan Penipuan Sebelum Ditangkap Polisi
Dalam dua hubungan singkat lainnya pada musim gugur pada 2019, Kingsley kembali berulang kali menggunakan kartu bank pribadi dan perusahaan para korban untuk melakukan pembelian tanpa sepengetahuan mereka. Pihak berwenang setempat, dari tim penipuan Kepolisian Wiltshire, juga menemukan bahwa Kingsley telah mencuri dan menipu banyak korban lain, termasuk firma hukum, pengacara, dan bank, dengan memalsukan dokumen dan surat.
Kingsley pertama kali diselidiki atas penipuan itu pada Mei 2020. Ia saat itu menyangkal semua pelanggaran dan mengaku sebagai korban. Tapi pada Januari 2021, ia menghilang saat akan dimintai keterangan kedua kalinya.
Jejaknya akhirnya terendus di sebuah properti di Bristol pada Agustus 2022, saat ditangkap untuk kedua kalinya. Ia kembali membantah tuduhan tersebut. Pada Maret 2025, Kejaksaan Agung mengesahkan dakwaan terhadap Kingsley.
Pada Mei 2025, diketahui bahwa Kingsley sekarang tinggal di sebuah pondok terpencil di Dataran Tinggi Skotlandia, dengan ia secara pribadi menerima surat panggilan untuk hadir di Pengadilan Magistrat Swindon pada 18 Juni 2025. Ia gagal hadir, dengan alasan tidak mengetahui dakwaan yang dikenakan kepadanya.
Ganggu Kesehatan Mental dan Finansial Para Korban
Surat perintah penangkapan dikeluarkan untuknya. Polisi akhirnya menangkapnya saat ia berusaha kabur pada 29 Juni 2025 dengan melajukan mobilnya di Pulau Skye, Skotlandia. Setelah beberapa bulan menunda sidang pengadilan, ia mengaku bersalah atas 13 pelanggaran yang dilakukannya.
Detektif Polisi Melissa Pope, dari Melissa Popez Tim investigasi penipuan Kepolisian Wiltshire mengatakan, "Kingsley merangkai jaring kebohongan dengan para korbannya, menyebabkan kecemasan emosional yang signifikan dan kerugian mental serta finansial jangka panjang."
"Ia memanipulasi emosi mereka, meyakinkan mereka bahwa melalui warisan masa depannya ia akan mampu membayar kembali sejumlah besar uang yang telah mereka keluarkan atas namanya. Bagi salah satu korban, pernikahan mahal yang telah direncanakan, di mana kerabat korban telah memesan tempat dari Australia, dibatalkan secara mendadak."
"Dia terus berbohong selama penyelidikan, memberikan pernyataan palsu dan menyampaikan berbagai masalah kesehatan sebagai alasan mengapa dia tidak seharusnya menghadapi tuntutan."