Liputan6.com, Jakarta - OpenAI dilaporkan tengah merancang sebuah aplikasi super yang menyatukan berbagai fitur populernya dalam satu layanan. Langkah ini dilakukan untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih simpel serta memudahkan pengguna beraktivitas.
Dikutip dari PC Mag, Senin (23/3/2026), berdasarkan laporan The Wall Street Journal, rencana ini telah dikonfirmasi oleh OpenAI. Nantinya, superapp untuk desktop ini akan menggabungkan layanan ChatGPT, Codex, hingga Atlas.
Advertisement
Perubahan ini disebut akan diawasi langsung oleh CEO aplikasi Open AI FIdji Simo. Lewat unggahan di X, Fidji menjelaskan kalau perusahaan saat memang tengah masuk fase refocus.
"Perusahaan melewati fase eksplorasi dan fase fokus kembali. Keduanya sangat krusial," tulisnya. Terlebih, setelah Codex berhasil mendapatkan respons positif, perusahaan tidak ingin kehilangan momen agar bisa mengembangkannya lebih optimal.
Sementara bagi pengguna aplikasi mobile, juru bicara OpenAI mengonfirmasi aplikasi mobile ChatGPT tidak akan berubah. Namun, belum dapat dipastikan apakah OpenAI akan meluncurkan aplikasi mobile mandiri lainnya di masa depan.
Sebagai informasi, keputusan menciptakan aplikasi super ini muncul beberapa hari setelah Fidji menekankan pentingnya OpenAI kembali fokus pada alat bisnis dan produktivitas.
Untuk itu, ia menyebut perusahaan perlu mengurangi tugas sampingan agar tetap kompetitif. Langkah strategis ini juga disebut jadi respons langsung OpenAI terhadap persaingan chatbot yang semakin ketat.
Dengan menyatakan semua fitur dalam satu aplikasi, OpenAI jelas ingin memperkuat layanannya, sekaligus mempermudah pengguna mengakses beberapa layanan dalam satu aplikasi saja.
OpenAI Rilis GPT-5.4 Mini dan Nano yang Lebih Cepat dan Murah
Di sisi lain, OpenAI baru merilis GPT-5.4 pada awal Maret 2026. Perusahaan menyebut bahwa model baru ini dirancang untuk kebutuhan profesional, seperti pemrograman dan analisis data.
Dilansir Engadget, Jumat (20/3/2026), kini OpenAI kembali meluncurkan GPT-5.4 mini dan nano. Meskipun fiturnya sama-sama dirancang untuk tugas seperti pemrograman, salah satu model baru yakni GPT-5.4 mini sudah tersedia bagi pengguna Free dan Go.
Tak hanya itu, GPT-5.4 mini diklaim mampu menghadirkan performa yang mendekati GPT-5.4 di sejumlah aspek.
Pengguna Free atau Go bisa mengakses GPT-5.4 mini dengan memilih opsi “Thinking” melalui menu plus ChatGPT. Sementara itu, bagi pengguna berbayar, model ini menjadi alternatif saat mencapai batas penggunaan (rate limit) pada GPT-5.4 versi standar.
OpenAI menyebut GPT-5.4 mini menghadirkan performa lebih baik dibandingkan GPT-5.0 mini, terutama dalam aspek penalaran, pemahaman multimodal, serta penggunaan alat.
Dengan demikian, GPT-5.4 mini dinilai lebih unggul dalam menganalisis input non-teks, seperti gambar dan audio, serta memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menjalankan tugas, termasuk pencarian di web. Tak hanya itu, model ini juga diklaim mampu bekerja lebih dari dua kali lebih cepat dibandingkan pendahulunya.
Sementara itu, GPT-5.4 nano dirancang untuk tugas-tugas seperti klasifikasi dan ekstraksi data yang mengutamakan kecepatan serta efisiensi biaya menjadi prioritas utama. Namun, pengguna ChatGPT tidak akan menemukan model ini secara langsung di dalam chatbot.
Deretan Fitur GPT-5.4, Model AI Anyar yang Baru Dirilis OpenAI
Sebelumnya, OpenAI resmi merilis GPT-5.4, model AI baru yang disebut-sebut sebagai “model perbatasan paling mumpuni dan efisien untuk pekerjaan professional.”
Peluncuran GPT-5.4 ini dilakukan kurang dari satu minggu setelah perusahaan memperkenalkan GPT-5.3 Instant. Selain versi standar, GPT-5.4 juga hadir dalam dua varian model penalaran, yaitu GPT-5.4 Thinking, serta versi yang dioptimalkan untuk kinerja tinggi, yaitu GPT-5.4 Pro.
Versi API dari model AI ini akan tersedia dengan jendala konteks hingga 1 juta token, yang menjadikannya kapasitas terbesar yang pernah disediakan oleh OpenAI hingga saat ini.
OpenAI juga menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan token. Perusahaan menyebut bahwa model ini mampu menyelesaikan tugas yang sama dengan jumlah token jauh lebih sedikit dibandingkan dengan model sebelumnya.
Dari sisi performa, GPT-5.4 mencatat peningkatan signifikan pada berbagai uji benchmark. Bahkan meraih skor tertinggi pada tolok ukur penggunaan komputer OSWorld-Verified dan WebArena Verified.
Selain itu, GPT-5.4 juga mencatat skor 83 persen pada tes GDPval milik OpenAI yang digunakan untuk mengukur kemampuan menyelesaikan tugas berbasis pengetahuan.