Putin Tegaskan Rusia Tetap Sahabat Setia Iran

Dalam konteks apa Putin menyampaikan pernyataannya? Berikut selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 22 Maret 2026, 07:02 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin pada 19 Desember 2024. (Dok. AP/Alexander Zemlianichenko)

Liputan6.com, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan selamat Nowruz atau Tahun Baru Persia kepada para pemimpin Iran. Putin, menurut Kremlin, menyampaikan ucapan selamat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Mojtaba Khamenei dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. 

"Vladimir Putin berharap rakyat Iran dapat mengatasi ujian berat dengan penuh martabat dan menekankan bahwa dalam masa sulit ini Moskow tetap menjadi sahabat setia dan mitra yang dapat diandalkan bagi Teheran," kata Kremlin seperti dikutip dari laporan CNA.

Rusia menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah mendorong seluruh Timur Tengah ke dalam jurang dan memicu krisis energi global. Sementara itu, Putin mengutuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei sebagai sebuah pembunuhan yang sangat kejam.

Dalam perkembangan lainnya, Politico melaporkan bahwa Rusia mengusulkan kesepakatan timbal balik kepada AS, di mana Kremlin akan menghentikan berbagi intelijen dengan Iran jika AS menghentikan pemberian intelijen kepada Ukraina, namun AS menolak usulan tersebut. Kremlin membantah laporan itu dan menyebutnya tidak benar.

Rusia kehilangan salah satu sekutunya setelah AS menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro. Di sisi lain, Moskow memperoleh keuntungan dari kenaikan harga minyak yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, yang merupakan mitra strategisnya.

Kemitraan strategis yang dipublikasikan tidak mencakup klausul pertahanan bersama dan Rusia berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak ingin Iran mengembangkan senjata nuklir, langkah yang dikhawatirkan Moskow dapat memicu perlombaan senjata nuklir di seluruh Timur Tengah.

Sejauh mana dukungan Rusia terhadap Iran masih diperdebatkan. Sejumlah sumber Iran mengatakan bahwa mereka hanya menerima sedikit bantuan nyata dari Rusia dalam krisis terbesar yang dihadapi Iran sejak Shah yang didukung AS digulingkan dalam revolusi 1979.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya