Daftar Taman Nasional dan Taman Wisata Alam yang Tutup Selama Libur Lebaran 2026, Cek di Sini

Taman nasional dan taman wisata alam memiliki sejumlah objek wisata yang biasa dikunjungi wisatawan di libur lebaran. Cek tanggal bukanya agar tidak kecele.

oleh Tim LifestyleDiterbitkan 19 Maret 2026, 13:00 WIB
Gajah di pusat konservasi gajah di TN Way Kambas, Lampung (Liputan6.com / Harun Mahbub)

Liputan6.com, Jakarta - Libur lebaran sudah dimulai. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan bahwa sejumlah taman nasional (TN), taman wisata alam (TWA), dan suaka margasatwa ditutup sementara dalam periode libur Idulfitri dan Nyepi 2026, yakni pada 19--22 Maret 2026.

Melansir Antara, Kamis (19/3/2026), Menhut menyatakan bahwa penutupan sementara itu merupakan langkah antisipatif dalam menjaga keselamatan pengunjung akibat faktor alam hingga memastikan kelestarian lingkungan tetap terjada selama periode libur panjang.

"Presiden Prabowo meminta agar pengelolaan TN-TWA memperhatikan zero waste, memiliki tong sampah dan aparat yang cukup, lalu mengedepankan zero accident. Jangan sampai adanya korban karena minimnya fasilitas pengamanan, siapkan tim medis, ambulans, maupun puskesmas yang memadai," kata Raja Juli dalam rapat koordinasi secara daring bersama jajaran pengelola TN dan TWA pada Rabu, 18 Maret 2026.

Dalam rapat tersebut, ia meminta setiap pengelola TN-TWA untuk disiplin menerapkan kuota pengunjung. "Informasi terkait ditutup sementara umumkan kembali di masing-masing media sosial kita, agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat menjadi clear," imbuhnya. Berikut data 19 taman nasional, sembilan taman wisata alam, dan dua suaka margasatwa yang tutup di libur Idul Fitri dan Nyepi 2026:

Taman Nasional:

Pulau Sumatera

1.⁠ ⁠Taman Nasional Batang Gadis

Periode: 21--22 Maret 2026

2.⁠ ⁠Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (Pintu Masuk Balik Bukit)

Periode: 25 Mei 2025 – belum ditentukan

3.⁠ ⁠Taman Nasional Way Kambas

Periode: 17 Januari--31 Mei 2026

 

Daftar Taman Nasional yang Ditutup di Libur Lebaran 2026

Warga Tengger yang juga sopir jeep bersembahyang sebelum beraktivitas di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (10/9/2021). Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mulai dibuka untuk wisatawan secara bertahap. (merdeka.com/Arie Basuki)

Pulau Jawa

4.⁠ ⁠Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

a. Kawasan Gunung Semeru

Periode: 1--31 Desember 2026

b. Kawasan Gunung Bromo Tengger

Periode:19--20 Maret 2026 (kembali dibuka setelah shalat idul fitri)

5.⁠ ⁠Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Periode: 1 Januari--12 April 2026

Dengan khusus objek wisata alam non-pendakian, ditutup hanya saat libur Idulfitri (20 Maret 2026)

6.⁠ ⁠Taman Nasional Alas Purwo

Periode: 20--21 Maret 2026

7.⁠ ⁠Taman Nasional Baluran

Periode: 20--22 Maret 2026

8.⁠ ⁠Taman Nasional Gunung Merapi

Periode: 21 Maret 2026

9.⁠ ⁠Taman Nasional Gunung Merbabu (Jalur Suwanting)

Periode: 19–22 Maret 2026

10.⁠ ⁠Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Periode: 19 Desember 2025--31 Maret 2026

 

Bali dan Nusa Tenggara

11.⁠ ⁠Taman Nasional Gunung Rinjani

Periode: 1 Januari – 31 Maret 2026

12.⁠ ⁠Taman Nasional Tambora

Periode: 24 Desember 2025 – 30 April 2026

13.⁠ ⁠Taman Nasional Mutis Timau

Periode: 10 Maret – 5 April 2026

 

Pulau Kalimantan

14.⁠ ⁠Taman Nasional Kutai

Periode: 20--21 Maret 2026

15.⁠ ⁠Taman Nasional Gunung Palung (Laman Satong)

Periode: 17 Januari 2023 – 31 Desember 2026

16.⁠ ⁠Taman Nasional Kayan Mentarang

Periode: 18 Maret – 5 April 2026

 

Pulau Sulawesi

17.⁠ ⁠Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Periode: 20--21 Maret 2026

18.⁠ ⁠Taman Nasional Gandang Dewata

Periode: 28 Desember 2025 – 22 Maret 2026

 

 

Daftar Taman Wisata Alam dan Suaka Margasatwa yang Ditutup di Libur Lebaran 2026

Banjir bandang menerjang kawasan Objek Wisata Air Panas Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/12/2025). (Foto: BPBD Jawa Tengah).

Maluku dan Papua

19.⁠ ⁠Taman Nasional Manusela (Pendakian Gunung Binaya)

Periode: Mei 2025 – belum ditentukan

 

Taman Wisata Alam dan Suaka Margasatwa:

Pulau Sumatera

 1.⁠ ⁠TWA Gunung Permisan

Periode: 18--24 Maret 2026

 2.⁠ ⁠TWA Gunung Marapi

Periode: Tidak disebutkan

 3.⁠ ⁠TWA Malino

Periode: 28 Desember 2025 – 22 Maret 2026

 

Pulau Jawa

4.⁠ ⁠TWA Batu Gamping

Periode: 20--22 Maret 2026

5.⁠ ⁠TWA Guci (Kabupaten Tegal)

Periode: 21 Desember 2025--12 Desember 2026

6.⁠ ⁠Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang

Periode: Tidak disebutkan

 

Bali dan Nusa Tenggara

7.⁠ ⁠TWA Sangeh, Panelokan, Danau Buyan/Tamblingan, Gunung Batur

Periode: 18--20 Maret 2026

Pulau Kalimantan

8.⁠ ⁠TWA Padang Luwai

Periode: 1 Maret--30 April 2026

9.⁠ ⁠Suaka Margasatwa Kelian

Periode: 1 Maret--30 April 2026

 

Maluku dan Papua

10.⁠ ⁠TWA Klamono

Periode: 18--24 Maret 2026

11.⁠ ⁠TWA Beriat

Periode: 18--24 Maret 2026

Ekowisata di Taman Nasional

Peresmian Reforestasi Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, Selasa (3/3/2026). (Dok.kehutanan.go.id)

Sebelumnya, Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional (TN) diharapkan dapat mendukung dalam pengembangan ekowisata berkelanjutan.

"Komersialisasi tentu, tapi yang harus dicatat komersialisasinya tidak menjadi tourism yang bersifat masif," kata Menhut dalam keterangannya di Jakarta, melansir Antara, Jumat, 13 Maret 2026.

Satgas yang dibentuk melalui Keputusan Presiden (Keppres) itu akan mencari skema pendanaan yang berkelanjutan agar pengelolaan taman nasional tersebut tidak hanya menjadi pusat konservasi, tetapi juga dapat mendukung pengembangan ekowisata yang berkelanjutan. Satgas tersebut akan diketuai Hashim Djoyohadikusumo dengan wakil ketua Mari Elka Pangestu.

"Kita akan mencari pendanaan yang inovatif yang sustain termasuk melibatkan private sector agar sekali lagi taman nasional kita menjadi taman nasional yang berkelas dunia," kata Raja Juli.

"Tapi yang harus menjadi tujuan utamanya adalah menjaga lingkungan hidup menjaga hutan, dengan tetap ada aspek komersialnya," imbuhnya.

Infografis Taman Nasional di Indonesia yang Termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya