Debut Kate Middleton dengan Gaun Abu-abu ala Era 80an, Terinspirasi dari Raja Charles?

Kate Middleton sangat jarang mengenakan busana berwarna abu-abu saat tampil di publik. Itu berbeda saat ia menyambut tamu negara dari Nigeria.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 20 Maret 2026, 11:00 WIB
Kate Middleton menyambut Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu dan istrinya, Oluremi Tinubu, yang melawat ke Inggris. (dok. Yui Mok / POOL / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kate Middleton kembali melaksanakan tugas kenegaraan dengan menyambut Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu dan istrinya, Oluremi Tinubu ke Inggris pada Rabu, 18 Maret 2026. Untuk pertama kalinya, ia mengenakan busana bergaya era 80an dengan mengenakan gaun mantel abu-abu.

Gaun itu, mengutip Hello Magazine, Kamis (19/3/2026), menampilkan rok potongan pensil, kerah putih bergaya era 80an yang kontras, dan kancing double-breated. Detail unik gaun terdapat pada bagian belakang yang bergaya korset diikat tali.

Busana itu ternyata dirancang oleh desainer berkebangsaan Inggris berdarah Nigeria, Tolu Coker, yang peragaan busananya di London Fashion Week dihadiri Raja Charles bulan lalu. Kate memadankan busananya dengan topi karya Jane Taylor yang berdetail putih senada dengan gaun mantelnya dan sepatu hak tinggi kulit ular abu-abu rilisan Hugo Boss.

"Siluet gaun Tolu Coker benar-benar mencerminkan keahlian, dan sebagai momen mode yang sesungguhnya, saya sangat senang melihatnya mengenakan busana rancangan desainer Inggris-Nigeria," kata penata gaya Sian Clarke dari Styled by Sian kepada Hello.

"Palet warna netral dari ujung kepala hingga ujung kaki menghadirkan kesan elegan, tenang, dan anggun tanpa usaha. Keputusannya untuk menghindari warna-warna mencolok terasa sangat disengaja. Memilih abu-abu sebagai dasar netral yang halus memungkinkan fokus tetap pada kunjungan dan penyambutan, sambil tetap terlihat sangat memukau. Sederhana, tetapi berkesan."

Kate Middleton Praktikkan Flag Dressing

Kate Middleton bersama Pangeran William berfoto bersama dengan Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu dan ibu negara, Oluremi Tinubu. (dok. Yui Mok / POOL / AFP)

Melengkapi penampilannya, Kate mengenakan anting-anting Collingwood Pearl Drop dari koleksi Putri Diana. Sementara itu, rambut cokelatnya ditata bergelombang longgar agar sesuai dengan topi percher yang dikenakannya.

Riasan wajahnya menampilkan eyeshadow abu-abu dingin, pipi yang sedikit di-bronze, dan warna bibir alami. Pasangan kerajaan menyambut presiden dan ibu negara atas nama raja di Fairmont Hotel Windsor.

Menyambut para pejabat asing telah menjadi tugas rutin bagi Pangeran dan Putri Wales selama kunjungan kenegaraan dan merupakan tanda peran kerajaan mereka yang semakin tinggi sejak Raja Charles naik tahta pada 2022. Sejak itu, Kate mempraktikkan apa yang disebut sebagai 'flag dressing', yakni menghormati negara dengan mengenakan satu atau dua warna dari bendera nasional negara tersebut, sebuah tren yang juga dijalankan Ratu Elizabeth dan Putri Diana.

Kunjungan dari Nigeria diselenggarakan di Kastil Windsor karena Istana Buckingham, kediaman tradisional untuk kunjungan diplomatik semacam itu, sedang direnovasi. Itu merupakan kunjungan kenegaraan pertama Nigeria ke Inggris dalam 37 tahun, dan hari pertama dari rangkaian acara yang padat akan diakhiri dengan jamuan makan malam kenegaraan yang mewah di Kastil Windsor.

Ratu Camilla Bergaya ala Barbie

Raja Charles III dan Ratu Camilla berpose bersama dengan Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu dan ibu negara Oluremi Tinubu di hari pertama kunjungan kenegaraan ke Inggris, Rabu, 18 Maret 2026. (dok. Chris Jackson / POOL / AFP)

Kontras dengan Kate Middleton, Ratu Camilla bergaya ala Barbie saat menyambut tamu kenegaraan dari Nigeria dengan gaun berwarna merah muda pastel. Gaun itu adalah rancangan salah satu merek busana favoritnya, Fiona Clare. Mantelnya yang mempesona dirancang dengan sentuhan akhir yang rapi dan elegan, dan ia menambahkan syal sutra yang diikatkan dengan anggun di lehernya.

Rambut pirangnya yang khas dihiasi dengan topi Philip Treacy yang menawan, yang menampilkan aplikasi bunga. Ketika Camilla menghadiri acara formal, ia sering kali memilih perancang busana kelas atas Fiona Clare, seringkali dalam warna-warna pastel.

"Secara pribadi, saya pikir warna, berapa pun usianya, harus dipilih sesuai dengan bentuk tubuh, gaya, dan kepribadian seseorang," kata Fiona secara eksklusif kepada Hello pada 2019. "Warna pastel sangat menakjubkan selama nuansanya tepat, warna sampanye, merah muda pucat, dan biru muda adalah warna-warna yang indah, dan dengan beberapa sulaman atau hiasan yang cantik, pada mantel atau gaun yang dipotong sempurna, Anda akan memiliki pakaian klasik yang akan Anda sukai selamanya," katanya.

Tenteng Tas Lady Dior

Raja Charles III dan Ratu Camilla menyambut Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu dan ibu negara Oluremi Tinubu di hari pertama kunjungan kenegaraan ke Inggris, Rabu, 18 Maret 2026. (dok. Aaron Chown / POOL / AFP)

Di samping pakaiannya yang seperti Barbie, Camilla menenteng tas desainer dari Christian Dior, yang dikenal sebagai 'Lady Dior'. Camilla memiliki versi kecilnya, dan warna yang dimilikinya disebut 'Two-Tone Biscuit and Trench Beige Cannage Lambskin'. Tas ini terbuat dari kulit berlapis dan memiliki liontin huruf emas merek tersebut yang menggantung dengan halus di tali tas.

Tas ini berhubungan sangat erat dengan mantan istri Raja Charles, mendiang Putri Diana. Dapat diasumsikan bahwa Diana menginspirasi Christian Dior. Tas 'Lady Dior' awalnya dikenal sebagai 'Chouchou' ketika pertama kali dibuat. Namun, pada 1996, Diana terlihat mengenakan tas tersebut, dan dengan cepat tas itu menjadi ikon bagi merek tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya