Menhut Tekankan Zero Waste dan Zero Accident di Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Jelang Lebaran

Menhut Raja Juli Antoni meminta pengelola TN dan TWA memastikan layanan, kebersihan, dan keselamatan optimal selama lonjakan wisata Lebaran.

oleh Meila Alfauzi SukmawanDiterbitkan 20 Maret 2026, 11:00 WIB
Menhut Raja Juli Antoni (Foto: Lizsa Egeham/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menggelar rapat koordinasi dengan pengelola taman nasional dan taman wisata alam guna memastikan kesiapan menghadapi libur Idulfitri, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penerapan “zero waste dan “zero accident”.

Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu 18 Maret 2026, Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan dalam rapat daring bersama 57 Taman Nasiona (TN)l dan 145 Taman Wisata Alam (TWA) bahwa Presiden Prabowo memberi perhatian khusus pada kesiapan informasi serta layanan di kawasan tersebut, seiring meningkatnya minat masyarakat berwisata alam selama masa liburan.

"Presiden Prabowo memberikan arahan kepada saya terkait informasi dari TN/TWA yang available pada saat liburan, terdapat pasar dari masyarakat yang ingin mengunjungi TN-TWA pada saat libur Idul Fitri," kata Menhut, melansir Antara, Rabu 19 Maret 2026.

"Presiden Prabowo juga memohon agar pengelolaan TN-TWA memperhatikan zero waste, memiliki tong sampah dan aparat yang cukup. Lalu mengedepankan zero accident, jangan sampai adanya korban karena minimnya fasilitas pengamanan, siapkan tim medis, ambulans, maupun puskesmas yang memadai," sambungnya.

Dengan arahan tersebut, Menhut menegaskan bahwa pengelolaan kawasan konservasi harus menerapkan prinsip zero waste atau bebas sampah. Hal ini meliputi penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai serta penugasan petugas kebersihan yang cukup untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Fasilitas Keselamatan dan Sistem Kuota Jadi Prioritas

Berikut lima lokasi wisata paling indah yang wajib dikunjungi.

Selain itu, prinsip zero accident atau tanpa kecelakaan juga menjadi perhatian utama dengan memastikan kesiapan sarana keselamatan, seperti keberadaan tim medis, ambulans, puskesmas, serta rambu-rambu yang jelas di setiap lokasi wisata.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pengaturan jumlah pengunjung sesuai daya dukung dan kapasitas kawasan guna mencegah kepadatan berlebih yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan maupun kerusakan lingkungan.

Pengelola TN dan TWA pun diminta memastikan sistem kuota berjalan optimal agar wisata tetap aman dan nyaman bagi pengunjung.

"Pastikan pengunjung yang mengunjungi TN dan TWA tidak melebihi kuota yang telah ditetapkan, agar tidak melebihi daya dukung, daya tampung yang membuat antrean membludak dari wisatawan," Tutup Raja Juli Antoni.

Infografis Journal_ Sisa Makanan Jadi Sampah Dominan di Indonesia (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya