Viral Dosennya Diduga Terlibat Pelecehan Seksual di KRL, Ini Penjelasan Unpam

Pihak kampus Unpam menegaskan tidak ditemukan bukti pendukung, dan kasus yang viral ini disebut pelapor menarik laporannya.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 17 Maret 2026, 17:47 WIB
Universitas Pamulang (Unpam). (Sumber foto: laman Unpam).

Liputan6.com, Jakarta - Beredar viral video dugaan pelecehan seksual yang terjadi di dalam KRL di mana dilakukan oleh seorang dosen dari Universitas Pamulang (Unpam).

"Security Alert (Peringatan Keamanan). (Diduga) dosen cabul Teknik Industri Unpam (Universitas Pamulang) di KRL," demikian unggahan korban melalui media sosial @/asrta.vo.

Menanggapi informasi yang beredar, Humas Universitas Pamulang atau Unpam, Muhyiddin Fanda mengatakan, pihak kampus telah melakukan komunikasi internal untuk menelusuri kebenaran kabar tersebut.

"Berdasarkan klarifikasi awal yang kami terima, tidak ditemukan bukti yang mendukung dugaan yang beredar di media sosial. Saat ini proses klarifikasi masih berjalan dan kami menghormati semua pihak untuk menyelesaikannya secara baik," kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).

Namun, masih kata Muhyiddin, untuk keterangan lebih lanjut, pihak kampus menyerahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan melalui kuasa hukumnya.

"Update terakhir, pelapor sudah mencabut laporannya. Iya (dosen Unpam), tapi tidak terbukti melakukan tindakan yang dituduhkan," jelas dia.

Muhyiddin berharap polemik yang berkembang di media sosial terkait kasus tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

"Kami berharap kegaduhan yang telah terjadi di media sosial yang membawa nama kampus Unpam ini bisa diluruskan dan diselesaikan dengan baik," kata dia.

 

Viral di Medsos

Sebelumnya, dalam unggahannya, korban menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi ketika ia menaiki kereta terakhir menuju Nambo dari Stasiun Tebet sekitar pukul 20.37 WIB.

Saat itu kondisi gerbong disebut sangat padat oleh penumpang. Korban berdiri tidak jauh dari pelaku sambil berbincang dengan temannya yang berada tepat di depannya.

Posisinya sangat ramai. Saya sedang mengejar kereta terakhir ke arah Nambo dan naik dari stasiun Tebet. Posisi saya tidak jauh dari pelaku, tepatnya saya sedang ngobrol dengan teman saya di depan saya dan masih ada space di depan samping kiri,” tulis korban.

Korban menyebut kejadian terjadi ketika kereta melintas di antara Stasiun Universitas Pancasila menuju Stasiun Universitas Indonesia sekitar pukul 21.00 WIB.

Menurut pengakuan korban, pelaku berdiri di dekatnya sambil membawa tas ransel yang digantung di satu bahu. Pria tersebut memegang bagian belakang tasnya dengan tangan kiri.

Pelaku memegang belakang tas itu sambil meraba (bagian sensitif) saya dan tidak lama kemudian pelaku mengelus (lagi) sebanyak 2 kali,” katanya.

Korban menyatakan bahwa pria yang diduga melakukan pelecehan tersebut disebut-sebut merupakan seorang dosen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya