Kontroversi Ritual Chelsea: Jawaban Pedas Rosenior di Tengah Badai Cedera Pemain

Liam Rosenior tanggapi tudingan provokasi ritual huddle Chelsea jelang laga kontra PSG. Ia menegaskan fokus tim kini adalah mengejar defisit gol meski Reece Jam

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 17 Maret 2026, 12:25 WIB
Rutinitas Chelsea sebelum kick-off. (Standard)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, memberikan pembelaan terkait aksi lingkaran pemain atau huddle yang dilakukan timnya sebelum laga dimulai. Tindakan tersebut menuai kritik tajam setelah wasit Paul Tierney sempat terjebak di tengah kerumunan pemain pada laga melawan Newcastle.

Sejumlah pihak menganggap ritual yang dilakukan di tengah lapangan sebelum kick-off tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap lawan. Namun, Rosenior menegaskan bahwa huddle tersebut murni merupakan simbol solidaritas dan kebersamaan tim.

Perdebatan mengenai ritual ini muncul di saat Chelsea sedang mempersiapkan diri untuk laga krusial leg kedua 16 besar Liga Champions melawan PSG. Rosenior menilai polemik tersebut terlalu dibesar-besarkan, padahal timnya harus fokus mengejar defisit tiga gol.

Kini, perhatian publik tertuju pada apakah Chelsea akan tetap menjalankan ritual tersebut saat menjamu PSG nanti. Hingga saat ini, Rosenior sendiri belum bisa memastikan titik lokasi para pemainnya akan berkumpul sebelum pertandingan.


Rosenior: Bukan untuk Mengintimidasi Lawan

Bek Maroko Paris Saint-Germain #02, Achraf Hakimi (C), dan bek Brasil Paris Saint-Germain #05, Marquinhos, menahan gelandang Chelsea #08, Enzo Fernandez, setelah penyerang Portugal Chelsea #07, Pedro Neto (tidak ada di gambar), mendorong seorang anak gawang (Kiri Bawah) selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Chelsea di stadion Parc des Princes di Paris pada 12 Maret 2026. (JULIEN DE ROSA/AFP)

Rosenior menjamin bahwa aksi huddle tersebut sama sekali tidak memiliki tujuan untuk memprovokasi tim lawan. Baginya, ada banyak persoalan teknis yang jauh lebih krusial untuk dibahas daripada letak posisi pemain berkumpul.

Ia memandang tradisi tersebut sebagai sarana bagi para pemain untuk menunjukkan kekompakan internal mereka. Meski demikian, Rosenior tidak ingin kebiasaan ini terus memicu kontroversi yang dapat memberikan dampak negatif bagi Chelsea.

"Saya berpendapat masalah ini sudah terlalu dilebih-lebihkan. Ini hanya hal kecil jika dibandingkan dengan laga besar melawan PSG yang harus kami hadapi," ujar Liam Rosenior.

Ia menekankan bahwa skuad asuhannya hanya ingin menunjukkan rasa persatuan di atas lapangan hijau. Keputusan mengenai tetap atau tidaknya ritual tersebut akan diambil sesaat sebelum pertandingan berlangsung.

"Para pemain selalu ingin memperlihatkan kebersamaan mereka di lapangan. Namun, kami juga ingin menghindari kebisingan atau kemarahan yang tidak perlu di sekitar tim," tambahnya.


Kapten Tim Cedera di Momen Krusial

Duel Joao Neves dan Cole Palmer dalam laga PSG vs Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026). (AP Photo/Michel Euler)

Di tengah ramainya polemik ritual tersebut, Chelsea justru dihantam kabar buruk mengenai kondisi kesehatan skuad mereka. Sang kapten, Reece James, dipastikan harus absen lantaran mengalami cedera hamstring saat bertanding melawan Newcastle.

Kabar ini terasa sangat menyesakkan mengingat James baru saja menyepakati kontrak jangka panjang bersama klub asal London tersebut. Situasi lini belakang semakin pelik karena Malo Gusto yang menjadi pelapis juga diragukan tampil akibat gangguan kesehatan.

"Reece merasakan adanya gangguan pada hamstring miliknya di pengujung laga kontra Newcastle. Cedera semacam ini tentu menjadi kabar yang tidak pernah menyenangkan bagi kami," ungkap Rosenior.

Kehilangan sosok pemimpin di lapangan menjadi pukulan berat bagi strategi yang telah dipersiapkan oleh Rosenior. Saat ini, tim pelatih masih menanti hasil pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan durasi absen sang pemain.

"Kami semua sangat menyadari betapa pentingnya peran Reece bagi tim ini. Dia bukan hanya pemain hebat, tetapi juga kapten kami," tutupnya dengan tegas.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya