Viral Pelecehan di KRL Rute Jakarta-Nambo, KAI Commuter Pastikan Pelaku Masuk Daftar Hitam

Dugaan pelecehan seksual di rangkaian KRL Commuter Line rute Jakarta Kota–Nambo viral di media sosial.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 16 Maret 2026, 15:00 WIB
Penumpang berada di dalam kereta rel listrik (KRL) menunggu keberangkatan di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/1/2023). Jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuterline Jabodetabek telah menembus 11 juta orang memasuki pekan ketiga Januari 2023 usai PPKM dicabut. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Dugaan pelecehan seksual di rangkaian KRL Commuter Line rute Jakarta Kota-Nambo viral di media sosial pada Sabtu 14 Maret 2026.

Merespons hal ini, KAI Commuter, memastikan terduga pelaku telah diamankan, dilaporkan ke polisi, dan akan dimasukkan dalam daftar hitam (blacklist) pengguna Commuter Line.

"Kami akan mem-blacklist pelaku tidak dapat menggunakan Commuter Line lagi," ujar Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Leza menyampaikan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.01 WIB di perjalanan Commuter Line nomor 1530 rute Jakarta Kota-Nambo. Saat itu, lanjut dia, korban diketahui naik dari Stasiun Tebet dengan tujuan Stasiun Cibinong, sedangkan terduga pelaku naik dari Stasiun Tanjungbarat.

"Terduga pelaku melakukan tindakan pelecehan seksual di dalam Commuter Line," ucap Leza.

Setelah korban melaporkan kejadian tersebut, petugas di dalam kereta segera mengambil tindakan dengan berkoordinasi dengan petugas stasiun. Terduga pelaku kemudian diturunkan di Stasiun Universitas Indonesia.

"Dan diturunkan di Stasiun Universitas Indonesia oleh petugas dalam kereta berkat laporan dan bantuan pengguna lain," papar Leza.

 

KAI Commuter Akan Masukkan Identitas Terduga Pelaku dalam Pengawasan

Dalam Gapeka 2023, KCI menambah frekuensi perjalanan di lintas pelayanan yang ramai pengguna hingga menambah kecepatan perjalanan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menurut Leza, sebagai langkah pencegahan kejadian serupa kembali terulang, KAI Commuter akan memasukkan identitas terduga pelaku ke dalam sistem pengawasan keamanan.

"Kami akan memasukkan terduga pelaku ke dalam data base CCTV analytic yang mana CCTV ini dapat mendeteksi wajah terduga pelaku yang melakukan tindakan kriminalitas baik di stasiun ataupun di Commuter Line," ucap dia.

Lebih lanjut, KAI Commuter juga mengimbau seluruh pengguna Commuter Line untuk peduli terhadap situasi sekitar dan berani melaporkan jika terjadi tindakan kekerasan seksual.

"KAI Commuter tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan kekerasan seksual yang terjadi baik di dalam Commuter Line ataupun di Stasiun," tandas Leza.

Infografis Daftar Rest Area Jalur Mudik Tol Trans Jawa Saat Lebaran 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya