Nasib Arne Slot di Ujung Tanduk Setelah Liverpool Gagal Taklukkan Tottenham Hotspur

Tekanan terhadap Arne Slot meningkat setelah Liverpool ditahan imbang Tottenham Hotspur. Jamie Carragher dan Roy Keane kritik tajam penurunan performa The Reds.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 16 Maret 2026, 13:47 WIB
Pelatih Liverpool, Arne Slot, memberikan instruksi dalam laga Liga Champions melawan Inter Milan di Milan, Italia, Rabu, (10/12/2025). (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Tekanan besar kini tengah membayangi Arne Slot setelah Liverpool hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur di Anfield.

Hasil mengecewakan ini membuat langkah The Reds untuk menembus posisi empat besar Premier League menjadi semakin sulit.

Liverpool sebenarnya sempat memimpin lebih dulu melalui eksekusi tendangan bebas yang menawan dari Dominik Szoboszlai.

Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna setelah Richarlison mencetak gol balasan bagi tim tamu di menit-menit akhir.

Kegagalan meraih poin penuh tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan pengamat sepak bola.

Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, bahkan mulai menyuarakan keraguan terkait masa depan Slot bersama klub asal Merseyside itu.

Ia berpendapat bahwa performa tim saat ini berada jauh di bawah ekspektasi, terutama mengingat kondisi Tottenham yang sebenarnya tidak ideal.

Rasa frustrasi dan kekecewaan para suporter juga terdengar sangat jelas saat peluit panjang tanda berakhirnya laga dibunyikan.


Liverpool Kehilangan Identitas

Pelatih Liverpool, Arne Slot, bertepuk tangan kepada para pendukung di akhir pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Galatasaray dan Liverpool, di Istanbul, Turki, Rabu (11-3-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Emrah Gurel)

Carragher menyoroti bagaimana Liverpool tampil seolah tanpa energi dan sangat mudah berada dalam tekanan lawan.

Intensitas tinggi yang selama ini menjadi identitas utama permainan The Reds kini dianggap hampir tidak terlihat lagi.

“Ini adalah penampilan yang sangat buruk jika melihat kualitas lawan yang mereka hadapi,” ujar Jamie Carragher kepada Sky Sports.

Ia juga mengamati adanya perdebatan yang mulai meluas di kalangan pendukung setia mengenai akar permasalahan tim.

Muncul pertanyaan besar apakah penurunan prestasi ini disebabkan oleh strategi manajer atau memang kualitas komposisi pemain yang ada.

“Persoalan utamanya sekarang adalah apakah kendala ini bersumber dari manajer atau memang susunan pemainnya,” tambah Carragher.


Kritik dari Roy Keane

Keputusan wasit tersebut menuai banyak kontroversi baik kartu merah maupun dianulirnya gol Man City. (AFP/Paul Ellis)

Roy Keane tidak ketinggalan memberikan komentar pedas terkait situasi sulit yang sedang dialami oleh Liverpool saat ini.

Ia menilai tim yang menyandang status sebagai juara bertahan seharusnya mampu menunjukkan performa yang jauh lebih dominan.

Selisih 21 poin dari Arsenal yang berada di puncak klasemen dianggap Keane sebagai bukti kemunduran yang sangat nyata.

Ia juga mencium adanya ketegangan yang mulai terbangun antara pihak suporter, para pemain, hingga manajemen klub.

Lanjut Baca:

“Ada sesuatu yang hilang dari Liverpool, mereka berada sangat jauh dari level yang seharusnya dicapai,” cetus Keane. Menurutnya, mentalitas pemenang yang dahulu menjadi kekuatan utama Liverpool kini tampak mulai terkikis perlahan. Kondisi ini membuatnya mendorong pihak klub untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh elemen tim. “Manajemen Liverpool benar-benar harus melakukan refleksi diri atas apa yang terjadi,” tegas pria asal Irlandia tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya