Selamat Sempurna Catat Penjualan Rp 5,34 Triliun di 2025

PT Selamat Sempurna Tbk mencatat penjualan Rp 5,34 triliun dan laba bersih Rp 1,13 triliun sepanjang 2025.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 Maret 2026, 06:00 WIB
Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Produsen komponen otomotif ini mencatat penjualan bersih konsolidasian sebesar Rp 5,34 triliun, meningkat 3,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba bersih perseroan mencapai Rp 1,13 triliun, tumbuh 9,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin (16/3/2026), kinerja tersebut turut didukung oleh peningkatan profitabilitas. Margin laba bruto tercatat sebesar 37 persen, margin laba usaha 28 persen, dan margin laba bersih 21 persen pada 2025.

Dari sisi pasar, penjualan ekspor menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan. Penjualan luar negeri mencapai Rp 3,45 triliun, meningkat 10,71 persen dibandingkan 2024. Sebaliknya, penjualan domestik tercatat Rp 1,89 triliun, turun sekitar 7,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika dilihat berdasarkan segmen produk, bisnis penyaring (filter) masih menjadi kontributor terbesar dengan penjualan Rp 4,05 triliun. Disusul segmen radiator sebesar Rp 592 miliar dan distribusi Rp 1,65 triliun.

 

Tantangan Industri Otomotif

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sepanjang 2025, perseroan beroperasi di tengah kondisi bisnis yang semakin menantang. Dinamika perdagangan global, perubahan pola permintaan pasar, serta meningkatnya persaingan di industri otomotif menjadi faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan.

Selain itu, kebijakan tarif internasional dan meningkatnya kompetisi dari produk truk impor CBU (Completely Built-Up) di pasar domestik turut memberi tekanan pada segmen karoseri melalui entitas anak perusahaan.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik global juga menambah ketidakpastian. Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat berdampak pada arus perdagangan global, pasar energi, hingga kondisi ekonomi dunia secara luas.

 

Prospek 2026 Tetap Optimistis

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Memasuki tahun 2026, manajemen SMSM tetap memandang prospek usaha secara konstruktif meskipun ketidakpastian global masih perlu dicermati.

Perseroan menilai posisi keuangan yang kuat, jaringan pasar internasional yang luas, serta pengalaman panjang dalam menghadapi siklus industri menjadi modal penting untuk mempertahankan ketahanan bisnis.

Dengan strategi pengelolaan biaya yang disiplin, peningkatan efisiensi operasional, serta diversifikasi pasar ekspor, SMSM optimistis dapat menangkap peluang pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya