Sir Jim Ratcliffe Buka Suara soal Michael Carrick, Sinyal Positif untuk Manchester United

Sir Jim Ratcliffe memuji kinerja Michael Carrick sebagai pelatih interim Manchester United.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 15 Maret 2026, 01:24 WIB
Sir Jim Ratcliffe ketika hadir di Stadion Etihad untuk menyaksikan laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Liputan6.com, Jakarta - Sir Jim Ratcliffe akhirnya memberikan penilaian terbuka terhadap Michael Carrick setelah performa impresif Manchester United dalam beberapa pekan terakhir. Pemilik bersama klub itu memuji kerja Carrick sebagai pelatih interim.

Carrick mengambil alih posisi pelatih pada Januari setelah Ruben Amorim meninggalkan jabatannya. Sejak saat itu, Manchester United menunjukkan peningkatan performa yang signifikan di Premier League.

Dalam delapan pertandingan terakhir, tim berhasil meraih 19 poin dari kemungkinan 24 poin. Hasil tersebut membuat Manchester United menjadi salah satu tim dengan performa terbaik di liga saat ini.

Kebangkitan tersebut juga membawa United naik ke posisi ketiga klasemen sementara. Harapan untuk lolos ke Liga Champions musim depan pun kembali terbuka.


Sir Jim Ratcliffe Puji Kinerja Michael Carrick

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, menyaksikan dari pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Crystal Palace di Manchester, Inggris, Minggu, 1 Maret 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Sir Jim Ratcliffe untuk pertama kalinya berbicara secara terbuka mengenai kinerja Carrick sejak ia ditunjuk sebagai pelatih sementara. Ia menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan Sky Sports News.

Menurut Ratcliffe, Carrick telah melakukan pekerjaan yang sangat baik bersama tim. Ia menilai dampak positif pelatih berusia 44 tahun itu terlihat jelas dalam performa Manchester United.

"Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik, ya, tentu saja," kata Ratcliffe kepada Sky Sports News. Pernyataan tersebut menjadi dukungan penting bagi Carrick.

Di bawah arahan Carrick, Manchester United bahkan mengumpulkan lebih banyak poin dibanding tim lain dalam delapan pertandingan terakhir. Hal ini menunjukkan perubahan signifikan dalam performa tim.


Masa Depan Carrick Masih Belum Dipastikan

Pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, di tengah, menyapa Patrick Dorgu dari Manchester United setelah pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Manchester, Inggris, Sabtu, 17 Januari 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Meski mendapat banyak pujian, masa depan Carrick sebagai pelatih permanen masih belum diputuskan. Ratcliffe menolak memberikan kepastian mengenai hal tersebut.

Ketika ditanya apakah Carrick akan tetap menjadi pelatih utama, Ratcliffe menjawab singkat. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin membahas hal tersebut saat ini.

"Tidak, saya tidak akan membahas itu," ujar Ratcliffe ketika ditanya soal kemungkinan Carrick mendapatkan posisi permanen. Pernyataan tersebut menunjukkan klub masih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Ratcliffe juga menyinggung pentingnya target lolos ke Liga Champions. Ia menyebut masih ada beberapa pertandingan yang harus dilalui sebelum musim berakhir.

"Jelas kami memikirkan hal itu, tetapi masih ada tujuh atau delapan pertandingan lagi, jadi masih ada waktu," katanya. Hal ini menegaskan bahwa fokus utama klub saat ini adalah menyelesaikan musim dengan baik.


Manchester United Ingin Hindari Kesalahan Lama

Tambahan tiga poin membuat Manchester United kembali ke peringkat keempat dengan raihan 48 poin. Tampak dalam foto, pelatih interim Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan pekan ke-27 Liga Primer Inggris 2025/2026 melawan Everton di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, barat laut Inggris, Senin 23 Februari 2026 waktu setempat atau Selasa 24 Februari 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Kehati-hatian manajemen Manchester United tidak terlepas dari pengalaman sebelumnya. Klub pernah membuat keputusan yang kemudian harus dibatalkan dalam waktu singkat.

Pada tahun 2024, Erik ten Hag mendapatkan kontrak baru setelah membawa tim menjuarai Piala FA melawan Manchester City. Namun beberapa bulan kemudian ia justru dipecat dari posisinya.

Situasi serupa juga terjadi pada Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu sempat mendapatkan dukungan meski tim finis di posisi ke-15 dan kalah di final Liga Europa.

Ratcliffe sebenarnya berharap Amorim bisa bertahan selama tiga tahun. Namun pelatih tersebut akhirnya dipecat pada Januari setelah hanya bekerja selama 14 bulan.

Karena pengalaman tersebut, kelompok INEOS kini ingin lebih berhati-hati dalam menentukan pelatih baru. Mereka berusaha menghindari keputusan tergesa gesa di tengah masa transisi klub.

Sumber: Goal International


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya