Liputan6.com, Jakarta - Pendiri SkyBridge Capital Anthony Scaramucci memprediksi harga Bitcoin berpotensi mencapai USD 1,5 juta per koin dalam 15 tahun ke depan.
Pandangan tersebut ia sampaikan dalam sebuah wawancara di PBD Podcast saat membahas masa depan jangka panjang aset kripto terbesar di dunia tersebut.
Advertisement
Scaramucci mengatakan Bitcoin saat ini merupakan investasi terbesar dalam portofolionya dan ia bahkan baru saja menambah kepemilikan aset tersebut.
“Bitcoin adalah posisi investasi terbesar saya sejauh ini… dan saya baru saja menambah kepemilikan saya,” kata Scaramucci dikutip dari Coinmarketcap, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, potensi kenaikan harga Bitcoin sangat bergantung pada kemungkinan aset digital ini mencapai kapitalisasi pasar yang saat ini dimiliki emas.
Ia menilai jika adopsi Bitcoin terus berkembang secara global, nilai pasar Bitcoin bisa mencapai triliunan dolar.
“Saya pikir Bitcoin akan mencapai kapitalisasi pasar seperti emas,” ujarnya.
Namun Scaramucci menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak akan terjadi secara instan.
“Perjalanan menuju level tersebut kemungkinan membutuhkan waktu sekitar lima belas tahun,” katanya.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Pasokan Terbatas Jadi Faktor Utama
Scaramucci juga menyoroti pasokan Bitcoin yang terbatas sebagai faktor penting yang mendukung potensi kenaikan harga dalam jangka panjang.
Protokol Bitcoin hanya memungkinkan maksimal 21 juta koin yang dapat beredar di seluruh jaringan blockchain.
Menurutnya, keterbatasan pasokan ini menjadi bagian penting dari desain moneter Bitcoin yang membuatnya menarik bagi investor.
Ia juga menilai permintaan dari investor institusional mulai memainkan peran besar dalam dinamika pasar Bitcoin.
Scaramucci menyinggung strategi akumulasi Bitcoin yang dilakukan oleh Michael Saylor melalui perusahaannya MicroStrategy.
Menurutnya, jumlah Bitcoin yang dibeli oleh institusi besar kini bahkan melebihi jumlah Bitcoin baru yang ditambang setiap hari.
Saat ini, sekitar 450 Bitcoin ditambang setiap hari, sehingga pasokan yang tersedia di pasar menjadi semakin terbatas bagi investor lainnya.
Investor Muda Bisa Dorong Adopsi Bitcoin
Selain faktor pasokan, Scaramucci juga melihat peran penting generasi investor muda dalam mendorong adopsi Bitcoin di masa depan.
Menurutnya, generasi yang tumbuh di era digital cenderung lebih terbuka terhadap aset keuangan terdesentralisasi dibandingkan sistem keuangan tradisional.
Ia juga memperkirakan bahwa proses perpindahan kekayaan antar generasi dapat mempercepat adopsi Bitcoin dalam pasar keuangan global.
Di sisi lain, menurunnya kepercayaan terhadap mata uang fiat juga dinilai dapat memperkuat posisi Bitcoin sebagai penyimpan nilai alternatif.
Scaramucci menilai perubahan menuju aset digital merupakan bagian dari evolusi jangka panjang sistem keuangan dunia.
Jika tren tersebut terus berkembang, ia meyakini Bitcoin berpotensi menjadi salah satu aset keuangan terbesar di dunia di masa depan.