IHSG Sepekan Susut 5,9%, Kapitalisasi Pasar Terpangkas jadi Rp 12.678 Triliun

Berikut sejumlah sentimen yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 5,91% pada 9-13 Maret 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 Maret 2026, 13:00 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham 9-13 Maret 2026.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham 9-13 Maret 2026. Koreksi IHSG sepekan didorong sejumlah sentimen. Salah satunya kondisi geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (14/3/2026), IHSG merosot 5,91% ke posisi 7.137,21. Koreksi IHSG ini lebih rendah dibandingkan pekan lalu. Pada pekan lalu, IHSG melemah 7,89% ke posisi 7.585,68. Selanjutnya kapitalisasi pasar terpangkas 6,96% ke posisi Rp 12.678 triliun dari pekan lalu Rp 13.627 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan, IHSG masih bergerak terkoreksi sebesar 5,91% dan masih didominasi oleh tekanan jual. Dari sisi sentimen sendiri, selama sepekan IHSG dipengaruhi oleh beberapa hal di antaranya pertama, konflik geopolitik di Timur Tengah, di mana Iran “menutup” selat Hormuz yang membuat kekhawatiran global akan distribusi dan ketersediaan minyak mentah, sehingga mengakibatkan adanya kenaikan harga minyak dunia.

Kedua, terdapat beberapa rilis data, seperti inflasi AS yang cenderung stay di 2,4% YoY yang diperkirakan membuat The Federal Reserve (the Fed) akan mempertimbangkan kembali mengenai pemangkasan suku bunga.

"Ketiga, investor cenderung wait and see menjelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri (secara historis, pola pergerakan IHSG pada bulan Ramadan menunjukkan pola U Shape),” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI terpangkas 25,49% menjadi 31,55 miliar saham dari 42,34 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI merosot 31,54% menjadi 1,87 juta kali transaksi dari pekan lalu 2,73 juta kali transaksi.

Kemudian rata-rata nilai transaksi harian BEI susut 31,10% menjadi Rp 17,20 triliun dari Rp 24,97 triliun pada pekan lalu. Investor asing melepas saham Rp 1,56 triliun selama sepekan. Pada pekan lalu, investor asing membeli saham Rp 2,22 triliun.

IHSG Sepekan Anjlok 7,89%, Ini Penyebabnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan, Rabu 10 September 2025, ditutup menguat 70,402 poin atau naik 0,92% ke level 7.699,007, dari penutupan Selasa (9/9/2025) di 7.626,605. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham 2-6 Maret 2026. IHSG sepekan tersungkur didorong sejumlah sentimen dari internal dan eksternal terutama ketegangan konflik di Timur Tengah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (7/3/2026), IHSG sepekan tersungkur 7,89% sehingga ditutup ke level 7.585,68. Koreksi IHSG ini lebih besar dibandingkan pekan lalu. IHSG turun 0,44% menjadi 8.235,48 pada pekan lalu. Kapitalisasi pasar turun 7,85% menjadi Rp 13.627 triliun dari Rp 14.787 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG merosot 7,89% selama sepekan didorong sejumlah faktor. Pertama, eskalasi konflik Timur Tengah dan kecenderungannya meluas. Kedua, ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran sehingga mengakibatkan suplasi menipis dan harga minyak mentah menguat.

"Ketiga ada downgrade untuk outlook Indoensai dari lembaga pemeringkat asing,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Kinerja Perdagangan Saham

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik ke level 8.000 pada penutupan perdagangan, Senin (9/2/2026). (BAY ISMOYO/AFP)

Sementara itu, rata-rata frekuensi harian BEI merosot 7,33% sebesar 2,73 juta kali transaksi dari 2,95 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian BEI anjlok 16,64% menjadi Rp 24,97 triliun dari Rp 29,95 triliun pada pekan lalu.

Kemudian rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini tersungkur 17% menjadi 42,34 miliar saham dari 51,02 milair saham pada pekan lalu. Namun, investor asing mencatatkan aksi beli saham Rp 2,22 triliun pada pekan ini. Pekan lalu, investor asing beli saham Rp 4,90 triliun.

Pada pekan depan, Herditya menuturkan, IHSG masih rawan koreksi dengan level support 7.481 dan level resistance di 7.727. Selama sepekan ke depan, IHSG akan dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, masih seputar konflik Timur Tengah yang akan mempengaruhi pergerakan harga komoditas terutama minyak mentah dan emas. Kedua, rilsi data inflasi China dan Amerika Serikat (AS) kemudian disusul data Produk Domestik Bruto (PDB) AS dan pekerjaan AS.

"Ketiga, mendekati momentum Lebaran, di mana diperkirakan terjadi aksi profit taking dahulu,” ujar dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya